"Demi kalung itu, lo mau kita putus! Sudah sekian lama kita jalani hubungan ini! Namun, demi benda kecil itu, kita berpisah! Maaf, gue gak bisa," ucap Albi dengan amat serius dan penuh drama. Lia terdiam memandang Albi dengan mengerutkan dahinya. Albi sangat dramatis sekali, seperti membicarakan masalah putus cinta, pikir Lia dalam diamnya. Lia pun menoyor pipi Albi. “Lo ngomong apa sih,’ katanya. “Tentang hubungan kita, lah,” sahut Albi. “….” Lia hanya diam dan menghela nafasnya saja. "Kenapa lo, kok diam? Sakit gigi lo?" tanya Albi heran sambil memberikan candaan agar suasana tidak tegang. "Gue lagi sedih, kalung gue hilang," jawab Lia. "Udah lah, lupain aja itu kalung. Biar gue beliin yang baru, yang jauh lebih bagus," ucap Albi dengan entengnya. "Enggak

