Awal mengenalmu

910 Words
Sekarang Diana sedang panik, bagaimana ia bisa siap hanya dalam waktu 30 menit saja. Karena hari ini adalah hari pertamanya akan masuk sekolah SMA dan seharusnya ia tidak terlambat sekarang. matahari mulai menanjak tinggi, dan Perasaan semakin panik. Salahnya juga,jika dia tidak menonton drakor hingga larut malam.tidak mungkin ia akan bangun telat sekarang. Mama Diana sedang ada urusan dari kemarin dan esok baru pulang.itu sebabnya tak ada yang membangunkannya.Dan saat ini Diana, sedang berlarian mengambil apapun yang ia butuhkan untuk ke sekolah. Diana melirik ke jam dinding yang sekarang menunjukan pukul 06.45 dan jam masuknya pukul 07.10. Diana hanya punya waktu sekitar 20 menitan, itu saja Diana tak yakin akan sampai tepat waktu. Setelah mengecek penampilannya di cermin.ketika di rasa sudah pas, ia langsung keluar tanpa lupa mengunci pintu dan menaiki motornya. Dengan kecepatan yang sedikit kebut Diana berusaha untuk menerobos lalu lintas dan menyalip kendaraan. Tak hentinya ia berharap agar tepat waktu sampai sekolah hingga di depannya sudah terlihat gerbang sekolahnya, Diana pun semakin mengebut hingga menerobos murid yang kini sedang berjalan masuk. Sekarang diana telah tiba di parkiran dengan mengusap dadanya mengucap alhamdulillah,ia tepat waktu sampai sekolah. melihat sekelilingnya banyak sekali orang. tak hanya murid, juga banyak orang tua yang ikut mendampingi anaknya langsung kesekolah. Semuanya sudah berkumpul dilapangan begitupun dengan Diana. Kini ia sudah masuk dalam barisan kelasnya. MPLS pun di mulai— Acara dimulai dengan kepala sekolah yang memeberi ucapan selamat datang lalu di tutup dengan penampilan para kaka kelas yang memperkenalkan ekstrakurikuler. Tak berjalan lama sekarang sudah waktunya istirahat, semua anggota MPLS belum ada yang diperbolehkan masuk kelas hingga kegiatan MPLS berakhir. Sekarang Diana berada dikantin mencari stan jualan yang sepi namun tak ada hingga akhirnya ia memilih duduk dan menunggu hingga pembeli yang lain sudah pergi. Diana duduk di salah satu kursi di pojokan. Tujuannya agar seluruh stan makanan terlihat dan ia bisa memperhatikan stan yang mana yang lumayan sepi. "Hai, boleh aku duduk sini" sapa seseorang depan Diana. Diana yang sibuk memperhatikan stan penjual makanan mengacuhkan pertanyaan orang asing di depannya. "Hai, Aku duduk ya" sapa pria itu kembali dengan sedikit membesarkan suara. "heh,, iya silakan" setuju Diana dengan canggung. "kenalin aku Aditya pratama panggil aja Adit" kembali menyapa Diana dengan tangan yang siap bersalaman. Diana yang canggung pun sambil tersenyum juga menjabat tangannya memperkenalkan dirinya. "eh—iya, Aku Diana prista" "Nama yang cantik kayak orangnya" Gumam Adit tanpa sadar. "Hah? kenapa dit" tanya Diana yang heran karena mendengar suara Adit namun tidak jelas berbicara apa. karena keadaan kantin yang memang sedang ramai-ramainya jadi suara gumam Adit jadi tidak terdengar jelas. "Enggak kok, aku ga bicara apa apa. Oh iya kamu belum pesen makan?" Adit yang sedikit gugup berusaha mencari topik agar ada yang bisa dibahas. "Mau tapi rame banget males antrinya, harus desek desekan" keluh Diana yang sedari tadi menunggu kantin sepi malah tambah ramai. "Mau apa biar aku yang pesenin sekalian mau beli minum juga" tawar Adit yang kasihan melihat Diana menunggu Stan penjual sejak tadi. "Gak ngerepotin kan?" Diana merasa berat berusaha menolak tawaran Adit "Engga kok mau apa bakso? kayaknya stan itu udah lumayan sepi deh dari stan pejual lainnya. "boleh deh, ini uangnya". Diana mengeluarkan selembar uang dua puluh ribu kepada Adit. "Gak usah pake uang aku aja sekalian biar ada kembaliannya. jadi gak susah pas aku beli air" Tolak Adit dan setelahnya Adit sudah ikut ke dalam lautan manusia yang sedang mengantri membeli makanan. Ia bersyukur akhirnya ada pertolongan juga, sebenarnya jika memang tidak kosong juga Diana akan nekat ikut berdesakan walaupun badannya sedikit lemas karena pagi belum sarapan. Tak lama Adit pun datang dengan semangkuk Bakso dan 2 botol air Setelah menyerahkannya ke Diana Ia kembali menyantap makanannya. Mereka pun makan dengan tenang tanpa obrolan dengan Diana yang masih canggung dengan kehadiran Adit dan Adit yang gugup untuk mengajak Diana berbicara. keduanya saling diam hingga makanan mereka habis dan istirahat pun usai. Kini semua siswa/i kembali berkumpul di lapangan serta kembali masuk kedalam barisannya seperti awal. Matahari semakin terik banyak siswa/i yang sudah kegerahan karena posisi semua di lapangan dan sinar matahari benar benar mengenai secara langsung. Namun hal itu tak membuat semangat Diana luntur ia tetap asik mengikuti acara MPLS yang masih berlangsung dan tak menyadari bahwa di sampingnya sudah ada Adit yang ternyata sekelas dengannya. Hingga kegiatan MPLS pun usai dan Diana memasukan bukunya kedalam tas setelah menulis beberapa hal yang akan di bawanya besok. Cukup pegal rasanya duduk lama dilapangan sampai kepala sekolah kembali mengambil alih micnya dan membubarkan acara MPLS. Diana berjalan ke arah parkiran, tak sadar resleting tasnya terbuka dan bukunya terjatuh. "Diana hei—" panggil Adit yang berusaha mengejar diana. hingga sampailah mereka ke parkiran dan Adit mengembalikan buku diana yang terjatuh di lapangan. "Ya ampun aku ga tau kalo kamu manggil.maaf, juga Makasih ya" Diana langsung berbalik dan menaiki motornya. Namun Adit mencegah tangan Diana untuk tidak menyala motornya dulu. "Aku cuman mau bilang kita sekelas, dan boleh aku minta no kamu" Adit yang sedikit canggung sedikit menundukan kepala agar mata mereka tak saling bertemu. "Oh ya? aku ga tau, em.. ini no ku"Diana yang tak tahan dengan situasi seperti ini langsung memberikan no nya kepada Adit. Adit tersenyum senang akhirnya ia mendapat no gadis itu. Adit tersenyum lebar menatap Diana yang sangat gugup sejak tadi. "Makasih Diana, kalo gitu aku pergi dah diana" Adit segera berpamitan dengan Diana yang tersenyum lembut menatapnya. "pria yang lucu"Gumam Diana dan setelahnya Diana pergi meninggalkan sekolah dan kembali ke rumah
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD