Bab 13. Harus Sama Tifa

1200 Words

Arda POV Kulirik mama yang masih belum berhenti berjalan mondar mandir seperti setrikaan baju. Sambil sesekali menggigit kuku jarinya. Beberapa saat kemudian, mama akan berhenti berjalan, tampak berpikir keras, sebelum kembali berjalan. Begitu terus selama hampir setengah jam setelah kami kembali ke rumah. Kudengar papa mendesah. Mungkin ia sudah mulai lelah menunggu. Mama belum memperbolehkan kami pergi, sementara mama sendiri justru sibuk mondar-mandir tanpa lelah. Kuhempas punggung ke belakang. Aku mendesah lelah Meskipun tidak berakhir sempurna seperti yang kuharapkan, setidaknya cukup berhasil. Aku menahan tawa. Jangan sampai ada yang tahu kalau aku merencanakan semuanya. Fanta itu, lalu kedatangan papa mama, serta orang tua Tifa. Sayangnya, mami Tifa terlalu keras kepala. Sudah ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD