Author POV “Aku sama Tifa sudah belah duren. Itu ... lihat di sana. Merah-merah itu keperawanan Tifa. Jadi, aku sama Tifa akan segera menikah.” Pengakuan Arda sontak saja membuat semua orang terkejut hingga mereka terdiam. Membuat suasana di dalam ruangan yang semula penuh dengan perdebatan dua mantan sahabat itu kini menjadi hening. Sangat hening seperti tak berpenghuni. Keadaan sehening kuburan itu bertahan cukup lama sampai kemudian terdengar teriakan keras Endang Pertiwi, mama Arda. “Aaaaa … lo dengar kan, Siti Markoneng? Anak gue jantan. Dia pejantan tangguh. Lihat itu.” Mama Arda menunjuk ke atas ranjang dengan sprei putih yang terkena bercak berwarna merah. Lalu mama Arda tertawa terpingkal-pingkal. Tampak begitu puas melihat ekspresi wajah musuhnya. Sementara Siti Komariyah ma

