Tifa POV “Halo.” ‘Ciiiiiitttt.’ Aku belum mendengar suara dari sambungan telepon, ketika tubuhku tertarik ke depan, lalu terdorong keras ke belakang, hingga punggungku menghantam sandaran kursi. Sumpah, aku terkejut setengah mati. Buru-buru kucari pegangan. “Lo apa-apaan, sih, Arda?” Aku menoleh ke samping. Kesal setengah mati karena Arda menekan pedal gas dalam secara tiba-tiba. ‘Tin! Tin! Tin!’ Kuhentak keras napasku. Suara klakson terus terdengar di belakang. Kuputar kepala ke belakang. Beruntung mereka masih bisa menghentikan kendaraan tepat waktu. Entah apa yang akan terjadi kalau kendaraan itu menabrak mobil Arda. ‘Tin! Tin! Tin!’ Aku hanya bisa meringis mendengar para pengguna jalan raya itu menyalakan klakson. Sambil mendahului mobil Arda yang masih belum bergerak, mereka

