Arda POV Aku sengaja memakai pakaian yang rapi. Kemeja lengan panjang, dan celana kain panjang. Aku ingin memberikan kesan yang baik untuk orang tua Tifa, terutama mamih. Diantara kedua orang Tifa, Mamih yang paling sulit. Padahal dulu dia yang paling menyayangiku. Ah, sekarang rasanya seperti pertama kali mau apel ke rumah pacar. Deg-deg an, takut kalau-kalau ditolak orang tuanya. Seperti baru pertama kali akan bertemu dengan orang asing. Kuhentak keras napasku. Sebentar lagi aku akan sampai. Kulirik kotak roti mandarin yang kuletakkan di kursi sampingku. Kuanggukkan kepala sambil tersenyum. Aku yakin mamih tidak akan bisa menolak roti yang satu ini. Roti kesukaan mamih. Dulu, setiap kali datang ke rumah, mamih selalu minta mama untuk membuatkannya roti mandarin. Rumah orang tua Tifa

