Tifa POV Ruang tamu yang semula pecah oleh suara mamih dan suaraku yang saling bersahutan, kini mendadak hening. Sangat hening bahkan, seperti tidak ada makhluk hidup di dalamnya. Selain senyap, atmosphere di sekitarnya juga terasa menegangkan. Bukan tanpa alasan. Karena sang raja yang biasanya irit bicara itu baru saja membanting vas bunga di atas meja. Aku, mamih, dan Samudra langsung diam seribu bahasa. Beruntung pak Erte sudah keluar rumah lima menit sebelumnya. Coba kalau pria tua itu masih ada bersama kami, bisa-bisa kena serangan jantung dia. Papih bukan orang yang mudah meledak-ledak. Dia tipe orang yang lebih memilih mendengarkan, dan mengalah. Seperti saat aku dan mamih bertengkar tadi, papih hanya diam mendengarkan. Justru Samudra yang sesekali menimpali kami. Namun, sekali

