16

1423 Words

Adelia berjalan naik. Mematikan seluruh lampu di lantai satu. Menggantinya dengan lampu tidur ketika dia beranjak untuk masuk kamar, dan menemukan Aksa termenung di balkon lantai dua. Terpaku menatap taman belakang rumah mereka. Menghela napas, Adelia mencoba menyingkirkan sikap apatisnya untuk berjalan mendekat. Menarik napas guna menekan rasa cemasnya. "Kau merindukan ibumu?" "Sebelum aku kembali, aku mampir untuk melihatnya." "Lalu? Menemukan Devan Aria tidak ada di sana?" Aksa mengangkat alis. Menoleh sinis ke arahnya. "Kau sepertinya banyak tahu tentang keluargaku?" Adelia sama sekali tidak tersinggung dengan kalimat sindiran itu. Dia mendengus, membungkuk untuk menyandarkan lengannya pada besi pembatas balkon. "Tidak banyak. Melihat keluargamu sama kacaunya denganku, membuatku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD