Cukup lama Gibran menangis, hingga akhirnya Mikha pun berani membuka mulut " Uda tenangan? klo Uda minggir gih, berat tau!" usir Mikha. Gibran mendongak dan terlihat wajah Mikha yang kesal. " Minggir, badan kamu berat!" usir Mikha kembali. Gibran hanya diam dan mendekatkan wajahnya ke depan wajah Mikha. Hembusan nafas mereka beradu menciptakan rasa geli dan berdesir di kulit. Mikha kembali memalingkan wajahnya karena saat ini wajahnya pasti merah. Bayangan adegan drama yang dia lihat selama ini berkelebat di otaknya. " Sayang...maafkan aku." bisik Gibran kemudian tanpa aba-aba langsung mencium leher gadis itu. Sensasi geli menjalari tubuh gadis yang saat ini ada di bawah Kungkungan Gibran. Tak cukup itu saja, Gibran kembali mencium bibirnya tapi kali ini Mikha bisa membalasnya dan mengimba

