Bab. 26

1914 Words

Kini Viana dan Rani tengah asyik, menikmati makanan di sebuah kedai makan, suara hiruk pikuk orang-orang yang berjalan berlalu lalang di sekitar mereka membuat suasana pusat perbelanjaan semakin ramai, meskipun sudah hampir malam. Rani menghubungi Viana dan mengajak bertemu karena ingin memberikan obat titipan dari dokter Veronica, yang tadi ia tebus dari apotek. Sambil menikmati makanan yang mereka pesan, tiba-tiba saja ponsel Viana berdering dan memperlihatkan nama pria laknat, di sana. Ahh sangat romantis bukan, Viana itu pemirsa? Sampai-sampai nama Ragarta di ponselnya ia beri nama seperti itu. Benar-benar romantis. “Siapa, Vi?” tanya Rani setelah Viana meletakkan ponselnya. “Ragarta.” “Ngapain dia telepon, kamu? Tumben banget,” tanya Rani. “Kepo!” ejek Viana. “Dasar!” “Dia mau j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD