Ingin rasanya Viana menjitak kepala mertuanya itu jika tidak takut kualat dan dosa, bisa-bisanya dia berpikir seperti itu, tidak tahu apa jika mereka berdua tidak mungkin seperti itu, menyentuh saja tidak mau apa lagi membuat cucu? Dasar mertua! Setelah Viana menjelaskan kejadian yang sebenarnya baru Diandra mengerti inti dari wajah anaknya yang babak belur itu. “Ya, kamu juga tidak salah sih! Tapi Ragarta juga ada benarnya, kamu seharusnya tidak menolak Ragarta! Pasti Mama akan cepat dapat cucu!” ucap Diandra tanpa dosa. “Kalau Mama ingin cucu, kenapa Mama menikahkan kami? Kenapa Mama tidak mencari keberadaan Mbak Ariana saja, atau menunggu Mbak Ariana pulang,” ucap Viana kesal. Lagi-lagi otak mertuanya itu minta di ruqyah, ya ampun bisa-bisa Viana jadi pasien RSJ jika terus seperti i

