bab 3

885 Words
Saat mela lagi asyik beristirahat dikamarnya tiba tiba pintunya terbuka ternyata Erik yang datang disusul Maya dibelakang nya... " Apa apaan kamu mel, kok kamu gak mau nyuci pakaian anak aku dan Maya, kamu kan tau Maya itu baru siap melahirkan belum kuat buat nyuci" ucap Erik dengan marahnya.. " Kok marahnya sama aku mas, setau aku ya kalau istrinya lahiran otomatis yang nyuci pakaian nya tu bisa suami, nenek atau Tante Tante nya gitu. Aku kan bukan siapa siapa nya" ucap Mela santai. "pantas saja dia mandul mas, sikap keibuan nya aja gak ada, pokoknya kamu harus marahin dia mas, gak usah dikasih jatah belanja bulan ini, mending buat bayar laundryan baju anak kita mas" ucap Maya kesal... " Oo gitu lantas yang merebut suami orang ada jiwa keibuannya ya mbak??? Mala masih santai menghadapi suami dan madunya yang mulai terpancing emosi.. "Asal mbak tau ya, selama saya jadi istri nya mas Erik bisa dihitung berapa kali dia kasih nafkah belanja buat aku yang handle mamanya, aku kasih tau mbak biar nanty nya mbak gak kecewa dan satu lagi kalau jadi istri mas Erik yang terhormat ini siap siap jadi pembantu mbak" ucap Mela sinis menatap madunya itu, Maya yang mendengar itu sedikit terkejut tapi dia langsung bisa menguasai emosi nya " Ya jelas lah mbak gak dikasih nafkah sama mas Erik, dan mama nya mbak kan mengincar harta keluarga mas Erik, kalau aku mah aku wanita karir mbak gak butuh juga nafkah dari mas Erik. Aku mampu sendiri kok " dengan sombongnya dia berucap. " Oo gitu, yasudah lantas ada urusan apa lagi marah marah kesini kalau mampu , keluar sana dari kamar ku, aku mau istirahat " usir Mela sambil menutup pintu kamarnya. " Mas kok diam aja sih, tuh liat kelakuan istri mandul mu itu makin kelewatan aja sudah berani melawan dia" ucap Maya kesal. " Ahh sudah lah aku capek, mau istirahat dulu, kalian bisanya cuma ribut aja" ucap Erik mulai takut melihat istrinya sudah mulai pandai membela diri. Mela tidak pendiam seperti dulu lagi. **** Didalam kamar Mela yang merasa sendiri tidak ada tempat buat mengadu menangis membayangkan kehidupan nya kedepannya, bagaimana tidak tiap hari cacian dan makian akan bertambah untuknya... Menjelang siang saat mela lagi beresin rumah, Maya menghampiri nya.. " Mbak jagain Malik bentar, aku mau ke kamar mandi dulu" Ucap Maya Dengan ragu mela mengangguk sambil menerima bayi itu. Malik, bayi mungil yang ada ditangan Mela itu tak ada mirip mirip nya dengan mas Erik dan Maya, tiba tiba Mela tersenyum bahagia melihat bayi merah itu, tak ada niat buruk dalam hatinya untuk menyakiti bayi tak berdosa itu.. " Lucu sekali sih kamu nak " bisik Mela sambil mencium anak madunya itu " Apa yang kau lakukan pada cucu ku wanita mandul " Ucap mertua Mela sambil menarik Malik dari gendongan Mela. Tapi tak tahu kenapa tiba - tiba bayi mungil itu bisa terlepas dari pegangan mertua nya dan terjatuh tepat diatas sofa, Erik yang baru datang melihat itu menggeram marah, rahangnya mengeras. Plak,,plak,,plak,,plak..... Terdengar tamparan keras dari Erik untuk Mela, Mela menangis... " Kenapa anak ku ada padamu, kamu sengaja ingin mencelakai anak ku kan, dasar wanita tidak tahu diuntung kamu " ucap Erik dengan amarah nya. Semua penghuni rumah berkumpul mendengar kehebohan itu, sedangkan Malik sudah diamankan dan diperiksa... " Maaf .... Aku.... Bukan aku....." Ucap Mela dengan terbata - bata sambil memegang pipinya yang terasa perih karna bekas tamparan Erik tadi, Mela masih shock.. "Kenapa ini sayang, tadi aku yang minta mbak Mela menjaga Malik sebentar soalnya aku mau ke kamar mandi" ucap Maya setelah mendengar keributan diruang tamu. " Kamu memang tak pantas menjadi seorang ibu apa lagi istri. Pantas tuhan tidak mengizinkan anak berada di rahim mu, Kamu tak becus menjadi orang tua, dasar kau wanita mandul " ucap Erik marah sambil membentak Mela. " aku talak kamu, kita sudah tidak ada ikatan apa lagi Dimata agama. Aku malu punya istri mandul dan kampungan seperti kamu, kamu kesal dengan aku dan Maya kenapa Malik yang kamu sakiti hah" bentak erik,, Mela memucat mendengar hinaan itu... " Aku tak melukai Malik, mama yang datang tiba - tiba lalu merampas nya dariku " ucap Mela membela diri, " Malik itu cucu ku, cucu yang aku impikan selama lima tahun pernikahan kalian , cucu yang sudah lama aku harapkan, jadi mana mungkin aku menyakiti darah daging anak ku sendiri, pandai kamu memutar balikkan fakta ya, dasar perempuan tidak tahu diri " ucap mertua Mela dengan lantang . " Aku tau kamu tidak menyukai Malik, jadi jangan berkilah lagi, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri " Erik menendang meja, semuanya terkejut. Air mata Mela dari tadi ditahan akhirnya keluar juga, percuma membela diri, toh dia sudah di ceraikan. " Bagus akhirnya wanita mandul ini akan angkat kaki juga dari rumah ini, Erik,,,, mama harap jangan kasih dia harta apa pun, toh selama dia jadi istri mu semua harta ini kamu yang cari " ucap mertua Mela sambil membawa surat Perceraian Mela dan Erik. " Ternyata semua sudah dipersiapkan " bathin Mela, Dengan lemas Mela memandang Erik Yang dipenuhi amarah kepadanya sambil melemparkan surat cerai kepada Mela . Pelan tapi pasti Mela menghapus air mata , Dia berjanji ini air mata terakhirnya dia perlihatkan didepan keluarga Erik, dengan berat hati Mela menandatangani surat itu. Mela berjanji dia akan jadi wanita kuat, dia harus membuang dan meninggalkan semua kenangan nya dengan Erik disini. Kehidupan barunya akan dimulai setelah ini.. Bersambung...... Nantikan kelanjutan part 4 nya, jangan lupa like dan subscribe ya teman-teman...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD