"Buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya," batin Indah berseru, tangannya mengepal saat mengingat peristiwa itu. "Kamu tidak berbohong'kan?" tanya Indah menatap wajah Maura yang berlinang air mata. Maura mendongak mendengar nada emosi di suara Indah, wanita itu langsung menggeleng. "Tidak, Bu. Ini buktinya, mereka berzina. Aku meminta warga yang menvideokan agar tidak menviralkan ini," jelas Maura menyodorkan handphone. Napas Indah memburu melihat video penggerebekan sejoli m***m. Ia tercenah saat mendengar bahwa Maura memilih menikahkan mereka. Memberikan handphone itu kembali pada pemiliknya ia menatap manik yang menyejukan kalbu. "Beri hukuman pada Mawar, agar dia jera," ucapan Indah membuat Maura terkejut. "Kenapa kamu malah menikahkan, mereka?" tanya Indah menarik lengan Maura

