BAB 30 - 31

1805 Words

"Apa kamu bilang, War!" hardik Maura pura-pura terkejut. "Aku mau nikah secara agama dan negara!" seru Mawar dengan berani. "War! Apaan sih," bentak Hamdan menatap istri keduanya dengan tatapan murka. "Apa itu benar, Mas? sudah kubilang saat kalian terpergok aku hanya mengizinkan kalian menikah secara siri," seloroh Maura beralih menatap suaminya. "Eh, anu ...," ucapan Hamdan terpotong oleh tawa keras Mawar. "Haha ... selamat Mbak Maura kena prank," ujar Mawar membuat Maura tersenyum sinis dan mendengkus marah. "Kamu ini, ya sudah. Mbak pamit pergi dulu," ujar Maura melangkah menggenggam jemari anaknya menuju mobil. Delia duduk di kursi kemudi, cengiran manisnya tak luntur. Gadis kecil itu terus berceloteh menceritakan saat dia tak diantar Maura pertama kali. Beruntung Mirna bisa me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD