"Kamu! Serakah sekali Ra, mengambil semua barang-barangku," hardik Hamdan menarik lengan Maura agar berdiri di hadapannya. "Memang kenapa, ha! Wajar itu hartaku, kamu dan selingkuhanmu tak berhak menggunakannya! Kalau bukan karna aku, kamu sudah jadi gembel," geram Maura tak tahan mengeluarkan semua amarahnya. "Tapikan," ucapan Hamdan terhenti saat Indah mengangkat tangannya. "Sudahlah, Dan. Kasih kunci mobil itu, itu milik Maura. Itulah akibatnya jika kamu hanya mementingkan nafsu, cepat kasih!" perintah Indah dengan suara meninggi. "Ibu gak perlu ikut campur! Ini masalah aku dan Maura," seru Hamdan tanpa sengaja membentak wanita paruh baya itu. "Kamu lelaki bukan! Tau diri sedikit, cepat kasih! Kalau tidak saya akan menelepon polisi, karena kamu mengambil milik orang lain," ancam In

