"Gue juga bakal pergi! Ayo Mas, kita berangkat bareng, anterin aku ke rumah," ajak Shilla dengan nada emosi menyahuti ucapan Maura, tetapi bernada lembut pada Aji. "Aji udah mau telat, gak bisa anterin kamu. Mendingan sono cepat pergi!" usir Maura seraya mengibaskan tangan. "Jangan bersikap seperti itu, Ma. Aku bakal anter kamu. La ... kamu pulang pake taksi aja," tutur Aji membuat Maura tersenyum dan Shilla menghentakan kaki dan melangkah pergi. "Ayo Sayang," ajak Aji menggenggam tangan Delia. "Asikk ... diantar Papa," sorak Delia gembira, lalu melangkah bersama menuju mobil. "Lia pengen di depan, Pah," pinta Delia kala sang Papa membukakan pintu belakang. "Ah ... putri kecil Papa mau di depan, ayo silahkan masuk princess kesayangan Papa," goda Aji sembari membukakan pintu depan la

