Teror

1046 Words

Kedua lelaki itu masih saja saling menatap dengan tatapan tajam masing-masing. Sementara Elza masih diam membeku. Antara takut dan juga bingung. Tak menyangka jika mantan suaminya akan datang menemuinya. "Sejak kapan?" Tanya Guntur. "Apa maksudmu? Janganlah ganggu Elza lagi. Dia sekarang milikku." Ucap Alex. "Kamu menipuku, kan?" Tanya Guntur. "Tidak ada yang menipu disini. Yang ada adalah kamu yang bodoh. Menyia-nyiakan wanita sebaik dia dan malah menduakan nya. Bahkan kamu rela melepasnya hanya karena uang." Ucap Alex. "Kau, beraninya berkata seperti itu. Kamu telah menipuku untuk bisa mendapatkannya. Semua kerjasama yang kamu ajukan itu semata-mata untuk mengelabui aku, kan?" Tanya Guntur dengan emosi. "Itu pilihanmu. Dan kamu malah memilih madu itu. Kau hanya mempermudah jalanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD