18

2201 Words

Axel memasuki rumah besarnya. Tempat dia pulang setelah pergi jauh. Nyatanya, rumah itu tetap menjadi hal terbaik baginya. Setidaknya kedua orang tuanya tidak bercerai demi dia. Walau Axel tahu mereka sudah tidak saling mencintai lagi. Baru beberapa langkah menaiki tangga, Adijaya sudah memanggilnya. "Axel, Kemarilah." Ucapnya. Axel kemudian memundurkan langkahnya. Menghampiri sosok Papa yang menurutnya sangat protektif padanya. "Papa sudah dengar kalau Radika menyukai kamu. Dan ini suatu pencapaian yang bagus. Papa suka dengan itu. Tapi, melihat usia kamu yang sudah tidak muda lagi, Papa harap kamu segera menikah. Papa punya teman, Putrinya sangat cantik dan juga baru lulus kuliah. Papa harap, kamu mau menemuinya." Ucap Adijaya Axel hanya diam. Walau kadang pembangkang, nyatanya dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD