Penculikan Alesia

1568 Words
Alesia masih merasakan pusing di kepalanya saat terbangun dari tidurnya, dia sama sekali tidak mengingat kejadian yang dia alami semalam. " apa yang terjadi semalam? aku sama sekali tidak mengingatnya" monolog alesia sendiri, yang sudah memposisikan dirinya duduk di kasur nya dan bersandar pada headboard kasurnya. tak lama seorang wanita paruh baya masuk ke dalam kamarnya. " maaf non alesia, bibi pikir non masih tidur jadi bibi langsung masuk aja" kata wanita paru baya yang tak lain adalah salah satu asisten rumah tangga di rumahnya. " iya gak apa apa bik, papa udah berangkat ke kantor bik?" tanya alesia. di balik tingkahnya yang suka seenaknya sendiri dan terkesan pembangkang alesia adalah sosok gadis yang sangat baik, dan manis dia tidak pernah marah dengan siapapun, mungkin sifatnya di luar sebagai bentuk protes nya kepada sang papa. " belom non, ini tadi bibi di suruh bangunin non alesia karena di tunggu papa non di meja makan" kata asisten rumah tangga tersebut yang bernama iro. " yasudah kalau gitu bibi boleh keluar dulu, bilang sama papa kalau aku mau mandi dulu" kata alesia. " baik non" sahut bik iro patuh. bik iro keluar dari kamar alesia, sedangkan alesia dengan jalan yang masih sempoyongan karena menahan kepalanya yang masih sedikit pusing. lima belas menit berlalu alesia sudah terlihat lebih segar dengan rambut hitamnya yang dia biarkan Ter gerai dan baju sekolah yang lengkap, dia sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. alesia turun ke lantai pertama dengan membawa tas sekolahnya dan bertemu dengan papa nya. " selamat pagi pa" sapa alesia yang langsung duduk di kursi meja makan. " makan dulu, habis itu papa ingin bicara sama kamu" kata darwis alesia tanpa banyak bicara dia langsung makan yang sudah tersaji di meja makan, sedangkan darwis sudah makan terlebih dahulu, dan sekarang dia sedang menunggu alesia selesai makan dengan membaca surat kabar. " papa mau bicara apa sama alesia?" tanya alesia yang sudah selesai makan. darwis menoleh ke anaknya lalu dia melipat surat kabar yang dia baca tadi. " papa ingin kamu putus dengan pacar kamu yang br*ngsek itu alesia" kata darwis " alesia cinta sama dia pa, alesia gak mau putusin dia" kata alesia " dia itu laki laki b*jingan, dia mau merenggut kesucian kamu tadi malam, apa kami tidak ingat?" " papa jangan bohong sama aku, meskipun aku sama sekali tidak ingat dengan kejadian semalam tapi aku yakin rafael gak mungkin lakuin itu sama aku pa" kata alesia dengan yakin. " terserah kamu mau percaya sama papa atau gak, yang jelas papa ingin kamu segera jauhi laki laki itu" kata darwis yang sudah menaikkan satu oktaf nada bicaranya. " alesia gak mau" teriak alesia lalu dia berlari keluar rumah menuju mobil yang biasa untuk mengantarkannya ke sekolah. mobil pun melaju hingga di tengah tengah perjalanan alesia ingin pergi ke kampus rafael dulu untuk menemui pacar nya itu. " pak roy, kita ke kampus rafael dulu ya!" titah alesia pada roy nama sopir pribadinya. " tapi non, bapak melarang saya mengantar non alesia ke kampus....." kata roy menggantung " kalau pak roy gak mau nganterin saya, turunkan saya di sini pak" kata alesia " tapi non" " tidak ada tapi tapian pak turunkan saya disini" kata alesia dengan menaikkan satu oktaf suaranya. " baiklah kalau gitu non biar saya antar saja" kata roy yang akhirnya mengalah dengan sang nona muda. " biarkan saya antar non alesia, nanti saya beri tahu bapak setidaknya nanti saya bisa mengawasi non alesia" batin roy. hanya menempuh waktu sepuluh menit, mobil yang di naiki alesia sudah sampai di gerbang kampus rafael. alesia hanya menunggu di gerbang tersebut berharap bertemu dengan kekasihnya itu, tapi hampir dua puluh menit alesia tidak bertemu dengan sosok yang di cari nya. " hai lo alesia kan? cewek nya rafael?" tanya salah satu teman rafael yang bernama justin yang malam itu juga ikut ke klub malam tapi mereka belum saling kenal cuma tahu sekedar wajah. " eh iya kak" kata alesia " lo masih ingat gue kan?" tanya justin lagi. alesia pun berusaha mengingatnya " iya kak ingat, salah satu teman rafael kan?" " bagus kalau lo ingat sama gue, btw ngapain lo kesini?" " mau cari kak rafael, dia kuliah gak kak hari ini?" tanya alesia. " lo gak tahu rafael dimana?" " emangnya dimana kak?" tanya balik alesia. " dia kan tadi malam babak belur di hajar sama papa kamu, dan rafael tadi malam langsung di larikan ke rumah sakit karena sempat gak sadarkan diri" ujar justin menjelaskan kejadian semalam pada alesia. " apa?" alesia sangat terkejut mendengar penjelasan justin. " papa bener bener keterlaluan" batin alesia sangat marah pada papa nya. " kalau boleh tahu kak rafael di rumah sakit mana?" tanya alesia " kalau gak salah di rumah sakit xxx" jawab justin memberitahukan dimana rumah sakit tempat rafael di rawat. " terima kasih kak atas infonya, kalau gitu aku permisi dulu" pamit laura langsung masuk ke dalam mobil nya lagi, dan karena jam sudah menunjukkan pukul 07.30 alesia pun terpaksa untuk membolos sekolah. " pak roy kita ke rumah sakit xxx sekarang" titah alesia " siapa yang sakit non?" tanya roy. " pak roy gak usah banyak tanya deh, turuti saja perintah ku" kata alesia. " maaf, baik non" kata roy yang merasa tak enak hati pada nona mudanya. mobil mewah itu melaju ke rumah sakit xxx dengan suasana yang hening. __________ Seorang laki laki paru baya baru saja sampai di kantornya, dia sedang duduk di kursi kebesarannya sambil mengambil ponsel yang dari tadi dia biarkan berbunyi, di bacalah notif yang ada di layar ponselnya ternyata ada pesan dari: Roy Sopir Alesia "[ maaf pak, non alesia menyuruh saya untuk mengantarkannya ke kampus rafael tadi dan sekarang saya di suruh non alesia untuk mengantarkannya ke rumah sakit xxx]" " anak ini benar benar keterlaluan, aku harus mencari seorang bodyguard pribadi biar bisa menjaganya dari laki laki yang ingin kurang ajar sama alesia, dia benar benar di butakan cinta" monolog darwis sendiri. Darwis lalu mengirim pesan balasan untuk roy. " [ kamu terus awasi alesia jangan sampai lengah, habis ini saya akan susul alesia ke sana ]" pesan itu pun langsung di baca dan di balas oleh roy " [ baik pak ]" _________________ sudah sampai di rumah sakit xxx, alesia langsung turun dari mobil dan berjalan cepat untuk menanyakan kepada suster dimana ruangan kekasihnya itu. " permisi sus, mau tanya atas nama pasien rafael kira kira kamarnya di ruangan apa ya sus?" tanya alesia yang kebetulan berpaspasan dengan suster di koridor rumah sakit. " maksud mbak, pak rafael yang baru datang tadi malam karen muka nya babak belur?" tanya suster untuk memastikan. " iya bener sus" kata alesia " dia di rawat di kamar mawar no 205 mbak" kata suster tersebut " terima kasih sus" kata alesia langsung mencari kamar yang di sebutkan suster tersebut. " akhirnya ketemu juga" kata alesia yang sudah berada di depan pintu kamar mawar 205 alesia langsung membuka pintu kamar tersebut. " honey, apa kau tidak apa apa?" tanya alesia yang sudah menghampiri rafael yang terbaring di atas brankar terlihat jelas di mata alesia kalau muka rafael penuh lebam. " gak apa apa honey, tahu dari siapa kalau aku ada di sini?" tanya rafael " dari kak justin, kenapa kamu gak kasih kabar ke aku?" tanya alesia balik. " aku takut kalau kamu marah sama aku soal kejadian tadi malam" kata rafael. " apa benar tadi malam kamu ingin melecehkanku?" tanya alesia terang terangan. " emm mana mungkin aku melakukan itu sama kamu honey, aku sangat mencintai kamu dan sebisa mungkin aku akan menjaga kamu, kamu percayakan sama aku?" rafael memang laki laki buaya busuk. " jadi papa bohong sama aku " batin alesia. " honey, apa kamu tidak percaya padaku?" tanya rafael yang melihat laura sepertinya sedang memikirkan sesuatu. " percaya kok honey, kalau gitu aku pamit dulu ya honey, kalau pulang kasih tahu aku biar aku jemput nanti" kata alesia. " terima kasih honey" kata rafael. alesia keluar dari kamar rafael dan menuju parkiran mobil nya. sedangkan di dalam kamar mawar no 205. " dia benar benar gadis bod*h dengan mudanya percaya dengan ku, akan aku balas papa kamu alesia karena telah bikin aku seperti ini" monolog rafael sendiri. rafael pun memberi pesan pada seseorang. " [ Lakukan rencana kita sekarang juga, dua baru keluar dari rumah sakit ]" __________ Alesia dan pak roy yang dalan perjalanan ke kantor darwis karena permintaan alesia, tiba tiba mobil mereka di hadang oleh mobil. ciiitttt!! suara rem mobil yang di tumpangi alesia yang mendadak berhenti. " ada apa pak roy?" tanya alesia " sepertinya ada yang mau berniat buruk sama kita non" jawab pak roy yang membuat alesia ketakutan. " woiiii turun lo sekarang" teriak salah satu laki laki yang bertubuh besar dengan otot otot yang menonjol. tak lama mobil alesia pun di pecah kacanya dengan alat yang khusus untuk memecahkan kaca mobil, sepertinya mereka tahu kalau kaca mobil alesia tidak bisa di pecahkan dengan benda apapun, kecuali alat tersebut. ada tiga laki laki dengan baju hitam hitam nya, mereka langsung membawa alesia ke mobil mereka sedangkan roy di hajar hingga babak belur. " tolong lepasin aku, tolong" teriak alesia yang memberontak, meskipun ada kendaraan yang lewat tapi tidak ada satu orang pun yang berani menolong alesia. tak lama alesia pun di bawa oleh mereka. sedangkan roy berusaha menghubungi darwis, panggilan teleponnya pun langsung di angkat " maaf pak, non alesia di culik" " apa?" ............
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD