Chapter 6 : The First day

2411 Words
Di dalam mobil Angel terdiam sambil menundukkan kepalanya ke bawah, sesekali melirik kearah Julian yang tengah menyetir mobil. Dalam hati Angel begitu bahagia bertemu dengan Julian, sosok rupawan yang mampu membuat kaum hawa terpesona hanya dengan senyumannya yang khas, membuat ia selalu nyaman saat bersama julian begitu juga yang dirasakan Angel saat ini. "Julian terimakasih." Julian menoleh sambil melempar senyum padanya. "Kenapa ngelihatin aku kaya gitu, terpesona ya?" goda Julian terkekeh dan membuat Angel bersemu merah. Ia jadi salah tingkah dihadapannya sekarang. "Kamu tenang aja, selama di sekolah, aku ditugasin buat jagain kamu, jadi nggak usah canggung, kamu pasti betah disana, kalau Ray macam-macam, beritahu aku aja, Oke!!" Angel mengangguk tenang. Disisi lain mungkin Ray membenci kehadirannya, namun kedatangan Julian membuat Angel melupakan masalah sejenak dan merasa nyaman. "Dan soal hutang kamu sama Ray, aku udah urus, kamu nggak perlu lunasin hutang itu. Ray itu sekali-kali perlu dikasih pelajaran, " sambung Julian lagi. Angel harus berterimakasih pada Julian atas bantuannya kali ini. "Kalau dia marah gimana? Terus ngusir aku dari rumah?" Angel masih sedikit ragu disertai ketakutan kalau Ray akan kembali memusuhinya, cukup amarah yang dikeluarkan kemarin karena menjatuhkan kotak musik kesayangannya. "Dia akan berurusan denganku. Tenang aja." ucapan Julian selalu membuatnya tenang. "Makasih Julian." lirih Angel. *** SMA Galaxy, salah satu SMA bergensi dan elit yang berada di Jakarta, dikenal dengan siswa-siswi dari kalangan kelas atas, dan yang pasti untuk masuk kesana harus melalui seleksi yang panjang dan tidaklah mudah. Hanya orang tertentu saja yang berhasil diterima di sekolah tersebut. Kedatangan mobil sport hitam BMW i8 terparkir di halaman depan gedung sekolah tersebut, seorang laki-laki turun dengan angkuhnya, siapa lagi kalau bukan Ray yang dikenal seantero sekolah karna ketenaran juga wewenangnya sangat berpengaruh karena berasal dari keluarga terhormat, baru saja ia keluar dengan menggendong tas di pundaknya, histeria para gadis yang baru saja datang langsung menggema, sangat memekakakan telinga. "menyebalkan"umpatnya. "Kyaaaa....RAYYYYY....!" "Ya ampun hari ini Ray ganteng banget." sahut gadis berpoles lipstik dengan centilnya. Hey!! Jangan lupa siapa Ray, keluarga Raveno sangatlah dihormati sebagai penyumbang dana terbesar di sekolah ini. Jadi tidak menutup kemungkinan Ray memiliki kekuasaan lebih dibanding anak lain . Ray sosok yang selalu menjadi incaran yang digilai banyak perempuan mulai dari junior sampai kakak kelas, semua mengenalnya. Siapa yang tak mengenalnya? Cowok bertinggi 178 cm memiliki wajah dan senyum mematikan, ganteng berlevel akut ini memiliki daya tarik dan pesona bak seorang Pangeran. Ber-IQ Genius tapi sangat pemalas, dan herannya selalu menduduki peringkat 10 besar di sekolas. Perfect, itulah gambaran Ray saat ini. Namun sampai sekarang tak ada satupun dari mereka yang berhasil mendekatinya karena??... Sikap jutek, kasar, cueknya yang kelewat over ini membuat orang minder saat berhadapan dengannya. Jadi jangan berharap banyak padanya. Kalau nggak kena marah, kamu bakal dicuekin, Itu kenyataan. "Ray!" Panggil seorang laki-laki berseragam yang baru saja turun dari motor ninja hijaunya lantas berjalan menghampirinya. "Woi bro, baru dateng lo!" sindir satu temannya bernama Brian yang langsung merangkul pundaknya. Brian Orchiel Hanz, cowok dengan segudang senyuman yang mampu melelehkan banyak gadis di sekolahnya, ia ramah pada semua orang. Terkenal karena playboy, namun sangat mudah menjaga perasaan orang lain, terutama perempuan. Anak dari perusahaan Hanz Corporation Group yang memiliki lebih dari 10 perusahaan Penerbangan terbesar di Indonesia. Dia berada di urutan no 4 Top cowok paling populer di sekolah Galaxy. "Lo datang sendirian , mana Julian?" Sahut satu teman yang berkacamata dengan pembawaan tenang ini muncul setelah kedatangan Brian. Maximilion Orion, Anak dari keluarga Orion Corporation Group, pemilik Hotel dan Restoran mewah berkelas atas yang ada di Indonesia, memiliki kakek sangat keras dalam hal mendidik Cucunya sebagai pewaris tunggal. Cowok berkacama ini orangnya tenang dan lebih dewasa dalam menyikapi suatu hal. Berada di posisi ke 3 Top cowok populer di sekolah Galaxy "Dia lagi ngurusi bayi gedenya."cibir Ray sinis. "Bayi gede?" Kedua mata Brian dan Max saling berpandangan tak mengerti. "Siapa ?" Brian penasaran. "Tanya aja sendiri, gue mau ke kelas dulu." Ucap Ray melangkah pergi. keduanya tak ambil pusing dan langsung mengikuti Ray dari belakang. Lalu siapa yang jadi posisi 1 dan 2 ?? ... Siapa lagi kalau bukan si kembar Ray dan Julian yang sangat populer sekarang. Ray Javier Raveno menduduki posisi peringkat pertama, cowok populer di sekolah. Ia dijuluki Black Devil karena sikap angkuh, cuek, irit ngomong dan yang pasti ia sangat kasar dalam hal berbicara, siapapun bisa kena amarahnya. Tak terkecuali saudaranya sendiri. Julian Jovin Raveno menduduki peringkat ke 2 dikenal sebagai Prince Charming yang murah senyum dan sifatnya yang sangat lembut kepada siapapun. Banyak yang menyukai pangeran satu ini, mulai dari guru-guru atau anak gadis dari junior bahkan senior semua menyukainya. *** Menjadi tatapan di seluruh sekolah di hari pertama, ini sangat menjengkelkan, bagaimana tidak? kedatangannya bersama Julianlah salah satu alasannya. Dari jauh seorang gadis menatap dengan angkuhnya dengan pandangan benci sekaligus iri. "Ayo Angel, aku anter sampai ke kelas!" Julian mengulurkan tangan seraya menggandeng tangannya. "Nggak perlu Julian, aku bisa sendiri kok" tolak Angel halus, ia sedikit risih dilihat banyak orang di hari pertamanya. Segera Angel berjalan cepat menuju ke kelas yang sebelumnya sudah diberitahu Julian diawalnya. Di sepanjang perjalanan Angel memalingkan wajah tertunduk ke bawah menjauh dari pandangan semua orang yang menatapnya hari ini. Tidak hanya di satu tempat tapi di sepanjang koridor kelas yang dilewatinya, terutama para gadis yang pagi tadi melihatnya bersama Julian. "Ini kenapa pada ngelihatin gue semua??" pikir Angel mulai tidak enak dengan sorot mata mengarah padanya. "Eh tunggu, siapa sih dia?" Bisik salah seorang gadis tak suka dengan kedatangan Angel. "Itukan cewek yang tadi pagi keluar dari mobil Julian." "Ihh nggak banget deh penampilannya." sahut yang lain saling mencela. Angel hanya bisa menunduk dan diam, ia berjalan lebih cepat untuk sampai di ruang kepala sekolah. Brakk... Seorang gadis dengan angkuh menabraknya hingga jatuh. Penampilannya modis dengan rambut digerai panjang, sambil menampilkan wajah juteknya. Ia dikenal sebagai sang Queen di sekolah tersebut, karena memang namanya adalah Queen Elizabeth Noira " OMG ... kalau jalan tuh liat liat dong! Nggak punya mata ya?" maki Queen menyilangkan kedua tangan di d**a menatap Angel angkuh. Angel mendongak ke arah perempuan di depan, menatapnya dengan pandangan kesal. "Maa...maaf Kak." "Kak?? Eh emang gue kakak lo apa?" bentak Queen tak suka. "Heh! Lo nggak tahu diri banget sih, tadi berangkat sama siapa? Itu My Prince gue" bentak Queen dengan nada tinggi penuh emosional. "M-my Prince??" Angel menyerngit heran. "Julian is My Prince, dan lo cewek aneh yang masuk mobil cowok gue." Sahut Queen tak terima. "Gue? Nggak mungkinkan gue bilang kalau tinggal serumah sama Julian, bisa tambah urusannya nanti. " batin Angel bergemurung. "Oh yang itu tadi, jadi waktu di jalan nggak sengaja ketemu sama Julian, terus dia nawarin aku buat barengan, yaudah berhubung sekolah kita sama, aku bareng aja." Ujar Angel mencari alasan yang pas untuk tidak membuat gadis ini curiga . "Lo yakin?"Angel menganggu yakin. baru kali ini ia berbohong. "Kalau dilihat-lihat dari penampilan, lo nggak ada spesial-spesialnya, oke kalau gitu, ayo girls kita cabut. Awas aja kalau gue tahu lo deketin Julian, mengerti?" ancam Queen dengan angkuh melengos berjalan melewati Angel diikuti kedua 2 teman dibelakang. Hufft... Angel menghela napas panjang. Ia selamat. Kedatangannya sebagai murid baru harus menerima banyak masalah, baru pertama masuk ia sudah berhadapan dengan seorang yang tadi menabraknya bernama Queen, perempuan jutek dengan segala pesona yang mampu memikat siapa saja, terutama laki-laki, namun tak ada satupun yang mampu memikat hatinya kecuali Julian, ia sudah hati cinta pada pandangan pertama pada sosok Julian. Angel ditempatkan di kelas II A bersama Julian dan Ray. Julian menyambutnya dengan senyuman sementara Ray langsung memalingkan wajahnya seakan tak tak menyukai kedatangannya. "Perkenalkan nama saya Angel Alia, panggil saja Angel, terimakasih!" sapa nya saat berdiri di depan kelas. "Baik Angel, Sekarang kamu duduk di...??? Meja depan Ray yang masih kosong!" Tunjuknya pada salah satu meja kosong di depan Ray. Musibah apa ini? Padahal ia berharap duduk di sebelah Julian, bukan Ray. Dengan berat hati Angel menuju bangku di dekat Ray, semua orang melirik kearahnya dengan tatapan tak suka terutama para gadis. Julian melempar senyuman dan mengangguk seakan mengatakan semua akan baik baik saja. "Kenapa gue nggak duduk di sebelah Julian aja sih, kenapa harus di depan Ray?"gerutu Angel kesal dalam hati. Selama pelajaran, Angel fokus memperhatikan pelajaran di depan, berbeda dengan Ray, saat Angel menoleh ke belakang, ia melihat Ray tengah tertidur pulas dan tak ada yang berani mengganggunya padahal sedang dalam suasana belajar mengajar. Bahkan tak ada satu kelaspun merasa terganggu atau menegurnya. Kringggg... Bel istirahat berdering, Angel menghela napas panjang. "Akhirnya selesai juga." Angel melengos meletakkan kepalanya di meja sesaat setelah guru keluar dari kelas. Ray langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi. "Dia bangun? Sejak kapan?" Semua murid berhamburan keluar kelas. Angel bangkit saat dirasa perutnya keroncongan butuh asupan, ia ingin mengajak Julian namun saat ini yang terjadi. Julian tengah dirubung para gadis yang ingin mengajaknya makan siang di kantin. Iapun mengurungkan niat untuk mengajaknya. "Angel!" panggil Julian secara tiba-tiba dan tanpa diduga. Julian lalu meloloskan diri serbuan gadis-gadis gila yang mengajaknya makan siang, ia justru menghampiri Angel yang akan keluar dari kelas. "Mau makan siang bareng aku?" tawar Julian tiba-tiba. Sangat terlihat jelas tatapan tak suka dari gadis-gadis dibelakang seakan mengancamnya untuk menolak ajakan Julian. "Aku... aku mau ke toilet dulu Julian, maaf ya ." tolak Angel risih dan bergegas segera beranjak pergi. Julian sedikit kecewa. Di Kantin Kantin begitu luas, dengan berbagai menu dalam negeri maupun luar negeri dengan fasilitas mewah dan koki profesional di bidangnya, dengan deretan meja panjang yang digunakan siswa. Tampak dari jauh Ray bersama kedua temannya Max dan Brian tengah menikmati makan siang di dalam. "Mana Julian? belum datang juga?" gumam Brian kesal. "Telpon aja gih sana!" suruh Max. Selang beberapa menit Julian datang. "Yahh... Nih anak datang juga, baru juga gue mau nelpon lo." seru Brian antusias. "Kemana aja sih lo?" "Sorry, tadi gue mau ngajak Angel. Eh dia pergi duluan." Jawab Julian seadanya. "Angel?" Brian memincingkan kedua matanya heran. "Siapa Angel?" sambung Max juga sama penasarannya. Ray yang sejak tadi diantara mereka terlihat tak suka saat Julian datang dan langsung membicaran gadis itu. Terdengar suara dentingan sendok yang mengakhiri makan siang Ray hingga menimbulkan bunyi nyaring. Ketiga temannya yang berada di sampingnya langsung menatap bingung kearah Ray. "Kenapa lo?" "Gue lagi nggak mood, " Ray langsung bangkit dari tempat duduk dan pergi begitu saja tanpa berucap apapun. Ray pergi begitu saja tanpa mempedulikan ketiga temannya. "Tuh anak kenapa lagi sih?" gumam Brian bingung. "Gue nyari Angel dulu ya." sahut Julian ikut bangkit dan pergi. Brian dan Max hanya bisa menatap kedua temannya heran" "Tuh anak berdua kenapa sih?" kesal Brian menggelengkan kedua kepalanya bingung. "Yaudahlah..." sahut Max santai sambil menyantap makanan di meja. *** Suara kaki yang begitu tergesa-gesa terdengar saat Angel tengah berlarian melewati koridor kelas dengan napas tersenggal-sengal, dan dari arah belakang segerombolan anak gadis mengejarnya. "Angel jangan lari lo!" teriak salah satu gadis yang mengejarnya. "Gue harus kemana, siapapun tolong!"Angel berhenti sejenak untuk mengatur napas, sebelum memutuskan untuk kembali berlari. "Gue harus kemana lagi??" gumam Angel bingung. "ANGEL!!!" teriakan para gadis-gadis dari arah belakang. Angel panik. Harus kemana sekarang? Bisa habis riwayatnya kalau tertangkap. "Aduh, gimana nih?" ia mengedarkan pandangan disekitar tempatnya berdiri dan bola mata Angel tertuju pada satu gudang di belakang sekolah yang saat ini terbuka, tanpa ragu Angel yang sudah diambang batas untuk lari kemana lagi akhirnya memutuskan untuk masuk dan bersembunyi di dalam gudang tersebut. "Sialan, kita kehilangannya awas aja nanti!" Ancam perempuan itu kesal. Angel terdiam sejenak di dalam gudang untuk beberapa menit sambil menutup mulutnya agar tak menimbulkan kecurigaan, sampai para gadis yang mengejarnya pergi, dan setelah dirasa cukup aman untuk keluar, Angel lalu membuka pintu gudang itu. "Terkunci??" kejut Angel. Ternyata pintu yang ia masuki tadi tertutup rapat, dan hanya bisa dibuka dari luar. Angel mulai panik karena kondisi gudang saat ini gelap dan kotor. "Hallo...apa ada orang di luar , tolong buka pintunya dong!" teriak Angel dari dalam sambil menggedor pintu. "Tolong... apa ada orang diluar?? Julian ...Juliann..." teriak Angel frustasi. Mana mungkin Julian akan mendengarnya, jarak gudang belakang sekolah dan kelas sangat jauh dan bisa dipastikan tempat yang ia datangi jarang dijamah oleh orang, mungkin hanya segelintir orang yang lewat disana. Angel mulai ketakutan dan duduk dipojokan dengan tangan gemetar. Sendirian...  Di kegelapan .... "Julian...tolong" lirih Angel meringkuk memegang kedua lututnya sementara kedua tangannya gemetar hebat. Gelap... Api... Sendiri... Tiba-tiba Angel merasakan sakit menerjang kepalanya hebat seakan sesuatu masuk secara paksa. Angel lalu menutup kedua telinganya rapat-rapat saat terdengar bisikan aneh yang muncul di otaknya. Bayangan tentang masa lalunya muncul, saat ia terperangkap di kobaran api. Seorang anak kecil menangis histeris disana, tapi saat ini tak ada api ataupun anak kecil itu namun bayangan itu sangat jelas ia rasakan. "Juliann...tolong...!" "Ayah...Angel takut, Angel takut Ayah...tolong Angel!" isak Angel ketakutan. Angel memiliki ketakutan pada ruangan gelap, ia akan benar-benar ketakutan saat berada di ruangan gelap. Entah bayangan apa yang muncul, ia hanya melihat sekelilingnya berubah menjadi api, berkobar dan sangat nyata. "Kalian lihat Angel nggak?" tanya Julian pada orang-orang ia lewati, Namun tak ada satupun yang melihat Angel. "Ada yang lihat Angel nggak?" "Liat Angel nggak?" Julian mulai frustasi. Kemana lagi ia mencari Angel, sekolah ini sangat luas, dan ini adalah hari pertamanya. Angel pasti belum mengenal siapapun disini. "Angel lo dimana??" Julian mengacak- acak rambutnya kesal. Arghhhh!! Ray berjalan sendirian di belakang sekolah, tempat yang biasa ia datangi, sepi dan tenang sangat cocok untuk menghilangkan moodnya kali ini, dengan ditemani semilir angin dan daun-daun bergemerisik setidaknya cukup untuk membuat Ray bisa tidur siang hari ini, ia naik kesalah satu pohon rindang dan menempatkan pantatnya untuk duduk mencari posisi yang pas untuk tidur saat ini, setelah dirasa pas dan nyaman ia mulai menyandarkan kepalanya di ranting pohon yang lumayan kuat agar tak jatuh ke bawah, namun saat Ray mulai memejamkan kedua matanya, terdengar suara orang menangis, sangat dekat dari tempat ia tidur sekarang. Awalnya Ray tak terlalu mempersoalkan tangisan itu dan menganggapnya hanya angin lalu, namun ternyata suara tangisan itu semakin keras dan ia berpikir mungkin ada seseorang yang menangis di sekitar tempat itu. Ray yang mulai terganggu dan penasaran mulai bangun dan turun untuk mencari suara tangisan yang ia dengar. Ray berhenti tepat di depan gudang yang terkunci. Suara tangisan itu makin terdengar sangat jelas tidak salah lagi, ada orang di dalam gudang. "Ada orang di dalam?" teriak Ray sambil menggedor pintu itu. Angel yang masih meringkuk seketika berhenti menangis, harapannya muncul, ia selamat. Ada orang yang mendengarnya. "Ada orang di dalam?" teriak Ray kembali. Ia mencoba mendobrak pintu itu. "Terbuka." Angel bangkit dan langsung berlari memeluk orang yang ada di depannya. "Ray!!" panggil Ray seraya memeluknya erat. "Aku takut...aku takut...semua gelap...aku takut" isak Angel mengeratkan pelukannya pada Ray. Hangat... Pelukannya sangat hangat, Pelukan ini, perasaan aneh ini muncul. Kenapa denganku? Apa yang aku rasakan, dadaku terasa sesak. Entah kenapa aku mengijinkannya. Memelukku... Ini tidak benar... Aku pernah merasakan pelukan ini. Pelukan yang sangat aku rindukan. Saat ini dia begitu ketakutan... Perasaan aneh apa ini??? "Angel!" panggil Ray. BRUKK... Tiba-tiba saja Angel pinsan dan terjatuh dalam pelukannya. "Angel!" kejut Ray. "Angel bangun, Angel bangun !!" Angel tak sadarkan diri. .... Semua gelap... Aku takut, Ayah aku takut... Semua gelap, toloong aku... tolonggg... Saat itu sebuah cahaya datang... Aku selamat, Tuhan masih melindungiku, seseorang datang... dia adalah Ray... "Ray!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD