Pita: Kecewa Kemunculan anggota baru di rumah kontrakan menambah kerusuhan setiap harinya. Kalau biasanya rumah ini dipenuhi sama suara teriakkan gue, sekarang bertambah sama jeritan Wangga setiap kali adu mulut sama ayahnya, Aree. Sumpah, ya. Baru kali ini gue nemu pasangan Ayah sama anak yang modelannya kayak mereka. Kalau Wangga, gue bisa memaklumi karena dia emang masih bocah. Nah, kalau Aree, dia jauh lebih bocah dari anaknya. Ada aja hal-hal yang diributin. Entah itu rebutan ponsel, atau Wangga yang tahu-tahu masuk ke kamar ayahnya lalu memporak-porandakan kamar Aree yang emang selalu rapi. Soal kerapian, jangan salah. Aree orang yang sangat-sangat rapi. Makanya dia nggak pernah memberi izin siapa pun masuk ke dalam kamarnya—termasuk Douvan, adeknya sendiri. Jarak usia di

