Pita: Perlakuan Kasar Mama seolah nggak berhenti memberi gue sebuah kejutan. Setelah kemunculannya yang mendadak, membuat kehidupan gue mulai berantakan dengan segala macam tingkahnya. Sekarang, Mama membuat kejutan baru lagi buat gue. Mama pulang-pulang membawa seorang anak cowok berusia delapan tahun—dengan keadaan kurang sempurna. Bagaimana gue harusnya bilang, ya. Anak cowok yang diklaim Mama sebagai adek gue nggak kayak anak seusianya. Pandangan matanya nggak fokus, saat berjalan, bocah itu sedikit menyeret kakinya—dan, sudut bibirnya selalu terlihat basah karena air liurnya. Okay, ini bukan saatnya membahas kondisi anak itu. Yang akan gue bahas di sini, kenapa Mama membawa pulang seorang anak tanpa izin lebih dulu ke gue atau Lucky? Mama tahu kalau kondisi Lucky sekarang lagi

