48. Bimbang

1924 Words

Malam ini Romi tak bisa tidur. Ucapan tentang Tania seolah terus mendenging di kedua telinganya. Romi kembali gelisah. Bagaimana dia sanggup jika suatu saat bertemu lagi dengan Gilang. Suatu saat pasti Romi akan kembali mendengar kabar Tania dari Gilang. “Ya Tuhan, kenapa aku teh terus hidup dalam bayang-bayang Tania? Kenapa aku mesti dipertemukan dengan orang yang ada kaitannya dengan Tania? Rasanya aku tidak sanggup. Aku ingin berlari menjauh! Menjauhi segala kejadian yang ada di masa lalu. Segala kenangan yang bisa membuat aku lemah dan sakit lagi.” Romi berucap dalam hatinya. Jarum jam sudah hampir menunjuk angka dua belas malam, tapi kedua mata Romi belum juga memiliki rasa kantuk. Kedua mata Romi masih terbuka sempurna. Romi sudah berusaha memejamkan kedua matanya, namun selalu ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD