21

1086 Words

"Azka si Jenius!!" Ray mengetuk kaca mobil, membuat Azka menurunkan kaca mobil. "Masih pagi," gerutu Azka saat Ray sudah duduk disampingnya. "Pagi jugaaaaa!" ucap Ray dengan gembira. Azka berdecak menatap gadis itu. "Sensi amat," pelan Ray memalingkan wajah. "Kalau tau gini, gue berangkat sendir-----" "Azka!" kaget Ray memegang tangan pemuda itu saat Azka tancap gas dengan tiba- tiba. "Hati- hati dong! Gue masih muda! Belum nikah!" gerutu Ray membuat Azka memelankan laju mobilnya. "Terus, kapan lo mau nikah?" tanya Azka. Ray terdiam seketika. "Lo mau ngerebut gue dari suami gue ya nanti?" tanya Ray meracau membuat Azka menautkan alisnya. "Ngada- ngada!" singkat Azka. Ray menampilkan ekspresi bingung atas ucapan pemuda itu. "Lo, nikahnya sama gue aja." Azka berucap dingin tanpa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD