42

893 Words

Terlihatlah seorang pria jangkung berdiri di hadapannya sambil membawa dua kantong belanjaan yang dia prediksi berisi mainan dan beberapa pasang pakaian bayi, ya sosok itu tak lain adalah Aditya. Indria mendengus kesal. Belum selesai masalahnya dengan Raka, sekarang dia malah kedatangan pria berengsek yang menyebabkan kehancuran dalam hidupnya. Dia benar-benar muak! Aditya sudah hafal dengan tatapan sarat akan kebencian begitu jelas diperuntukan untuknya tersebut. Wajar, sungguh dia tak keberatan atau pun marah karena dia memang pantas mendapatkannya. Bahkan jika ada yang lebih menyakitkan daripada ini, Aditya siap menerimanya. Paling tidak dia bisa merasakan bagaimana penderitaan, sakit dan luka yang telah dirinya torehkan pada Indria. "Rendra sedang tidur. Raka juga belum pulang dari k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD