"Kamu ingin menjelaskan apa lagi? Hubungan gelapmu dengan wanita itu selama di Jakarta? Aku sudah mendengar semuanya! Kamu tidak perlu repot-repot melakukannya!" Indria mendorong tubuh Raka, menyebabkan pria itu terhempas dan jatuh ke lantai. Akan tetapi, dengan secepat kilat Raka bangkit ketika melihat gerak-gerik sang istri yang sepertinya ingin beranjak keluar dari kamar lalu mendorong tubuh Indria ke dinding serta mengunci pergerakan dengan memegang kedua bahu wanita itu. "Lepas!" serunya marah. "Lepaskan aku, Raka!" dia berseru sekali lagi. Rahang wajah pria itu mengeras, tatapannya semakin menajam. Dia mulai tersulut emosi karena penolakan yang diberikan Indria. "Beri kesempatan untukku menjelasankan semua. Aku mohon." Raka melonggarkan pegangan tangannya. Hening tercipta. Indria

