Bab 8

1906 Words

Sekarang, hanya kantor satu-satunya tempat tinggal Clara. Yaa walaupun kemarin malam ia tidur di gudang, tak apa. Sudah bagus jika kepala karyawan di sini memberikannya tumpangan. Gadis itu kembali memakai pakaian seragam Cleaning Servicenya lagi dan ia tengah mengepel lantai seperti biasa. Memberikan senyum pagi pada tamu-tamu dan karyawan lainnya. "Clara!" seseorang memanggil namanya. Clara menoleh pada asal suara. "Apa?" Teman kerjanya mendekatinya, "Kamu dipanggil ke ruangan direktur," Kedua halis tebal Clara menyatu. "Cepetaan, kayaknya penting." Clara terdiam sejenak, apa lagi ini? Apa ia akan segera dipecat oleh direkurnya karena telah membuat anaknya menangis? Jika benar, Clara tidak tahu harus bagaimana lagi, ia akan benar-benar pergi dari kota kejam ini! "Ya udah, kamu ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD