Dalam cahaya yang remang, Gio mengangkat kedua telapak tangannya dan mendongkakkan kepala. Peci putih melingkar kokoh di kepalanya. Ia baru saja menyelesaikan sholat Isya. Riana yang selalu mengajarkannya beribadah sejak kecil. Tapi, sekarang Gio jarang melakukannya karena sifat malasnya dan tak ada yang menyuruhnya secara rutin. "Ya Allah. Gio pernah punya janji, kalau Gio gak akan pernah mau ngegantiin posisi mama Riana buat jadi Ibu Gio. Tapi Gio juga buat pengecualian. Kalau ada tante-tante yang baik sama Gio, dan itu pertama kalinya kita ketemu, Gio janji bakal jadiin dia Ibu. Gio tau, kadang banyak mereka yang cuma mau harta dan kekayaan Gio. Dan Gio berhasil ketemu sama dia. Dia perhatian banget sama Gio meskipun dia cuma jadi tukang bersih-bersih di kantor Ayah. Gio bisa liat ketu

