“Bianca mengancam akan membunuhku.” “Oh, tentu saja. Lalu kau akan bilang bumi ini datar, bukan begitu?” Zeus menghela napas panjang seakan tahu apa yang terjadi di benakku. Dia tidak akan tahu. Aku rasanya sudah gila. Rasanya darah naik begitu saja ke kepalaku dan sebentar lagi akan meledak, hancur bekeping-keping. Sedangkan Zeus, dengan wajah santainya itu, dia mengamati timer di oven yang masih menunjukkan waktu tujuh menit lagi, dia memutuskan untuk duduk berhadapan denganku. “Aku dengar, s**u menimbulkan efek rileks. Apa kau ingin minum s**u?” “Tolong, Zeus! Tolong untuk satu kali ini saja. Katakan saja dengan jelas dan jangan mengalihkan pembicaraan.” “Baiklah.” Zeus terus mengalihkan perhatiannya ke arah timer oven seakan dia memiliki hobi menghitung ang

