"Key bangun Key hikss, lo tega apa liat gue kayak gini, ha??" Nabilla menggenggam tangan Keyra. Sudah 3 hari sejak kejadian itu Keyra belum bangun dari tidurnya. Dava menghela nafas, lalu ia mendekati Nabilla dan memegang pundaknya. "Udah Yangg, kita pulang dulu yuk. Udah 3 jam kamu nangis kayak gini." "Nggak Dav. Aku nggak mau." Sudah berkali-kali Dava mengajak Nabilla pulang tapi tetap saja jawabannya tidak. Dava mendecak sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Harus bagaimana lagi ia membujuk pacarnya itu? Dia tahu Keyra itu sahabat terbaik Nabilla, tapi dia juga tidak mau Nabilla terus menangis seperti ini. Dia khawatir bisa-bisa Nabilla jadi sakit. "Plis yangg. Aku yakin Keyra juga nggak mau liat kamu kayak gini. Kita pulang ya?" bujuknya lagi. Tapi Nabilla menggeleng

