Kevin baru saja keluar dari toilet dan sekarang ia sedang berjalan untuk kembali ke kelasnya.
"Kevin!" teriak seseorang dari belakang.
Kevin berhenti dan melihat siapa yang memanggilnya, "Eh, Bu Anya. Ada apa ya Bu?" tanyanya.
"Tolong kamu bawakan ini dan taruh di meja saya. Saya mau ke toilet." pinta Bu Anya.
"Tapi Bu-"
"Cepat lakukan saja. Saya sudah tidak tahan lagi." Bu Anya pergi setelah memberikan barang bawaannya pada kevin.
Kevin terpaksa menerima sekumpulan formulir yang diberikan Bu Anya. Setelah itu ia melangkahkan kakinya gontai menuju ruang guru. Saat di perjalanan, ada salah satu formulir yang terjatuh, dengan cepat ia segera mengambilnya.
"Alqueena Keyra Alicia" ucapnya membaca nama yang tertera di formulir tersebut.
"Kayak pernah denger... oh iya dia kan yang nyruduk gue tadi pagi!"
"Buset dah catatan BK-nya banyak amat. Dasar badgirl" setelah selesai membacanya ia menyelipkannya diantara beberapa formulir lain dan melanjutkan jalannya ke ruang guru.
"Permisi Bu, mau naruh ini di meja Bu Anya." ucap Kevin dari ambang pintu.
"Ya silahkan." jawab seorang guru.
Kevin pun masuk ke dalam ruang guru. Setelah meletakan formulir tadi di meja Bu Anya ia segera berjalan keluar.
"Kevin tunggu!" cegah Pak Deni tiba-tiba.
"Dasi kamu kemana? hah?! Jangan mentang-mentang sekolahan ini milik papa kamu terus kamu nggak matuhin peraturan? Iya?!" omelnya.
"Yaelah Pak, papa saya aja nggak ngomel kalok saya nggak pakek dasi. Kenapa bapak yang sewot?" bukan Kevin namanya kalau ditegur malah menjawab.
"Kevin! Seharunya kamu itu bisa memberi contoh yang baik pada murid lainnya." bentak Pak Deni.
"Iya pak iya, nanti saya pake." jawabnya santai lalu melangkah pergi sedangkan Pak Deni hanya menggeleng.
"Seneng banget sih cari-cari kesalahan gue" gerutu Kevin.
Sesampainya di kelas, Kevin langsung duduk di atas meja Dava sambil memainkan handphone-nya. Berhubung sedang jam kosong jadi semua murid di kelasnya bebas melakukan apapun sesuka hatinya.
"Gimana Kev? Lo kan tertarik sama mobil gue nih. Jadi lo terima tantangan gue kemarin kan?" ucap Aldo yang baru saja datang.
Kevin mendongak ke arah Aldo, ia masih ragu akan tantangan yang diberikannya. Kemudian ia menatap kedua sahabatnya yang sedang menatapnya bingung.
"Oke gue terima, tapi kenapa harus dia?" tanya Kevin penasaran.
"Udah lo lakuin aja. Lo bakal tau alasannya nanti." ujar Aldo lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Dia? Dia siapa sih Vin?" tanya Gilang dengan alis menyatu.
"Hooh, siapa sih?" Dava ikutan bertanya.
"Bad girl," jawab Kevin singkat.
"Ha?! Maksud lo si Keyra?" teriak Gilang, untung saja keadaan kelas sedang ramai jadi pembicaraan mereka tak terdengar.
"Yang bikin lo nyungsep tadi pagi? Temennya Nabilla itu?" tanya Dava bertubi-tubi.
"Nabilla mulu yang diinget lo" sinis Gilang.
"Serah gue lah. Cemburu lo?" balas Dava Sinis juga.
Kevin hanya memberi anggukan atas semua pertanyaan dari mulut sahabatnya itu.
"Gila lo, kalo dia tau gimana? Habis lo sama dia" ujar Gilang
"Iya. Apalagi dia kan badgirl pasti susahlah buat dia mau jadian sama lo," celetuk Dava.
"Dia gak bakal tau kalo lo berdua gak ember. Dan gue juga udah punya cara buat dapetin dia." kata Kevin sambil tersenyum iblis.
Di samping itu Kevin juga ingin membalas perbuatan Keyra untuk kejadian tadi pagi saat gadis itu menabraknya dan juga menendang lututnya. Mungkin akan lebih mengasikkan jika Kevin bisa mempermainkan hati Keyra sesaat.
•••••
Dua sejoli itu, Keyra dan Nabilla, sudah berada di kantin sejak 10 menit yang lalu. Seperti biasa, suasana kantin selalu ramai dengan ocehan siswa-siswi.
"WHATT?! Jadi lo nabrak si Kevin sampe nyungsep?" pekik Nabilla dengan mulut yang masih penuh dengan bakso.
"Iya. Kunyah dulu tuh bakso, ntar repot gue kalo lo keselek."
Nabilla mendengus, setelah selesai menelan baksonya ia kembali bertanya, "Gimana ceritanya sampe lo bisa nabrak segala?"
"Ya tadi gue buru-buru, gue lari dan gak perhatiin jalan terus ketabrak deh dia, untung bukan gue yang nyungsep di semak-semak hahaa, asli pengen ngakak gue." jelas Keyra kemudian tertawa.
"Gila! Kalo dia bales dendam sama lo gimana? Secara dia kan galak s***s gitu." cecar Nabilla.
"Bodo amat" cuek Keyra. Ia pun meminum es jeruk pesanannya.
"Oh gitu? jadi lo seneng udah bikin gue malu dan kesakitan?"
Uhukk..!
Keyra tersedak saat mendengar suara itu dari belakangnya. Wajahnya mendadak kaget, dengan gerakan cepat ia menengok ke belakang.
"E-lo?" ujar Keyra terbata.
Tiga cowok itu pun berjalan mendekati mereka. Dava dan gilang sudah duduk terlebih dahulu di samping Keyra dan Nabilla sedangkan Kevin masih senantiasa berdiri.
"Hai Billa" sapa Dava.
"Eh, hai juga Dav," jawab Nabilla dengan senyuman manisnya.
"Lo ikut gue sekarang!" perintah Kevin sambil menarik tangan Keyra.
Nabilla membulatkan matanya sedangkan Gilang dan Dava hanya menggeleng pasrah melihat aksi licik yang akan dilakukan Kevin.
"Apaan sih lo!" Keyra berdiri dan berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Kevin.
"Lepasin gak?! Lo mau apa? Mau bales dendam sama gue? Gue kan udah minta maaf. Lagian ini bukan murni salah gue aja. Lo juga salah kalik, jalan pakek barengan gitu, mana menuhin jalan lagi. Jadi ketabrak kan lo. Coba aja kalo lo gak menuhin jalan, mungkin lo gak bakal gue tabrak." cerocos Keyra panjang lebar.
"Diem, jangan bacot." ketus Kevin.
Ia langsung menarik Keyra pergi, otomatis Nabilla dan teman Kevin mengintil di belakang mereka.
Di sepanjang jalan kenangan.. eh gak deng hehe. Di sepanjang koridor yang dilewati sudah banyak siswi yang menatap dengan tatapan tak suka. Keyra masih sibuk mengomel-omel sambil memukuli tangan kekar Kevin, namun diabaikan oleh sang empunya.
Akhirnya setelah sampai di lapangan Kevin melepaskan tangan Keyra. Keyra memegangi tangannya yang masih terasa sakit akibat cengkraman Kevin.
"Lo ngapain bawa gue ke sini?!" tanyanya judes. Merasa tak kunjung dijawab Keyra mulai kesal sendiri. "Woii!! Cang-kacang!" teriak Keyra.
kevin mengambil nafas dalam-dalam lalu berteriak, "WOI, LO SEMUA DENGERIN GUE NGOMONG!" aksi Kevin membuat banyak murid mengerubunginya.
"Heh kutil! Jangan aneh-aneh ya lo!" ucap Keyra was-was.
"MULAI HARI INI. DETIK INI. SEORANG ALQUEENA KEYRA ALICIA RESMI JADI PACAR GUE, DELIO KEVIN ALEXANDER. JADI BUAT LO SEMUA JANGAN PERNAH ADA YANG DEKETIN APALAGI NYAKITIN PACAR GUE. ATAU KALIAN BAKAL BERURUSAN SAMA GUE!" teriak Kevin lagi.
Keyra terkejut bukan main mendengar kalimat Kevin barusan. “Wah, niih anak bener-bener minta gue sleding!” batin Keyra.
Keyra bisa mendengar dan melihat jelas sebagian siswi yang merasa kecewa. Karena tidak bisa mendekati pangeran mereka. Bahkan sahabat Keyra sama terkejutnya atas pengakuan gila Kevin.
Disisi lain ada Aldo yang tersenyum miring melihat kejadian itu. “Permainan akan segera dimulai” batinnya.
"Yaudah kalau gitu gue ke kelas dulu ya pacar. Inget jangan deket-deket sama cowok lain, ngerti?" ucap Kevin sambil mengacak-acak rambut Keyra. Sementara Keyra masih diam mematung di tempat.
"Dadah pacar." tutur Kevin begitu pergi meninggalkan Keyra.
Gadis itu mengepalkan tangannya. "Itu anak ngeselin badakkk! Dasar kutil! Main pacarin anak orang seenak jidat, dikira gue barang obralan apa! Nyebeliiiiinn"
Nabilla segera menghampiri Keyra yang masih berada di tengah lapangan. "Sabar Key, sabar. Kalo lo mau mencak-mencak jangan di sini okay." Nabilla membawa Keyra pergi dari lapangan, dari pada nanti Keyra mengamuk disini kan malah jadi bahan tontonan netizen.
•••••
Malamnya… saat Keyra baru hendak memejamkan mata tiba-tiba ponselnya berbunyi tak ada hentinya. Gadis itu bergegas mengambilnya.
"Ni bocah demen banget dah spam chat gue. Ganggu orang mau tidur aja!" gerutunya.
JeNab
Keyraaa mati ya lo? Bales napa!
Keyraaa, ini pentingg!
AlqueenaK.A
Apa Nyet? Baru juga mau tidur.
JeNab
Omg omg heloooo hany bany tingki wingki stroberyy berry swerrr Keyraaaa.... Akhirnya lobeneran punya pacar juga! Lo cek ig nya Kevin @KevinAlxndr_ SEKARANG!
Keyra mengendus,memangnya ada apa sih?? ia pun beralih ke aplikasi yang bernama i********: dan mengetikan sebuah nama. Sejurus kemudian Keyra membelalakkan matanya saat melihat Kevin memposting sebuah foto yang tak lain dan tak bukan adalah foto Keyra. "Ngeselin kambinggg! Dasar onta! Maling foto! Pake ngetag segala lagi!" Keyra meremas-remas boneka Sthich miliknya.
INSTAGRAM
KevinAlxndr_
(Foto Keyra)
KevinAlxndr_ She is mine @Keyraalicia18
❤4.025 likes
View all 2.573 comments:
GilangZinantaa: Bidadari cantik guehh
SesiliaP_: kok mau sih pacaran sama cewek BAR-BAR... Mending sama gue :*
Aldogenardd: true jadian.
Dan masih banyak komentar lainnya lagi. Keyra membanting ponselnya di kasur karena merasa kesal, sangat kesal bahkan. Rasanya Keyra ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya sekarang juga. Semua rasa kesalnya itu bercampur menjadi satu dengan rasa kesepian dan kekecewaannya terhadap sosok ayah yang ia rindu.
"Apa?rindu?" Keyra tersenyum kecut, "Bahkan papa mungkin gak pernah rindu sama gue."
Keyra menatap langit-langit kamarnya. Lalu ia mengambil sebuah foto yang terpajang di nakas samping tempat tidurnya. Ia terus memandangi foto itu hingga cairan bening mengalir dari matanya.
"Hikss Keyra kangen sama mama. Key benci sendirian Ma,"
Malam itu Keyra tak bisa tidur dengan nyenyak, ia merindukan orang tuanya, tapi ia juga merasa kecewa, kecewa kenapa papanya tak pernah mengunjunginya hampir 2 tahun ini.
•••••
Esoknya Keyra datang ke sekolah dengan mata sembab. "Key lo kenapa? Lo habis nangis lagi ya?" tanya Nabilla khawatir.
"Nggak, gue gak papa kok," jawab Keyra pura-pura tersenyum.
Tiba-tiba Keyra teringat sesuatu, "Oiya gue lupa mau nemuin si badak, kelas tuh anak dimana sih?"
Nabilla paham akan siapa yang dimaksud Keyra, "Makanya jangan ngedekem dikelas mulu kayak ayam bertelur. Gak tau kan lo."
"Gak penting. Buruan kasih tau gue,"
"XII MIPA 4, lo beneran mau nyamperin dia?"
Keyra mengangguk. "Btw Dava makin ganteng saaloh" puji Nabilla dengan wajah mupengnya.
"Anjirr,"
"Gue temenin ya, mau liat doi siapa tau jodoh," harap Nabilla.
"Serah lo, Jaenab" ucap Keyra jengah.
Mereka berdua sudah berada di depan kelas XII MIPA 4. Nabilla memegang tangan Keyra membuatnya berhenti berjalan.
"Ada wali kelasnya tuh Key, kayaknya lagi ada pengarahan deh." ucap Nabilla sedikit mengintip dari jendela.
"Gak peduli," tegas Keyra.
"KEVIN!" teriak Keyra menggebrak pintu hingga terbuka.
Semua tatapan tertuju padanya, termasuk guru yang mengajar. Sebenarnya ia merasa malu sekarang tapi sebisa mungkin ia menyingkirkan rasa itu, amarahnya sudah tak bisa tertahan lagi. Terserah guru itu akan marah padanya atau tidak, toh semua orang juga tahu kalau dia ini pembuat onar.
Karena melamun, Keyra tak sadar jika Kevin sudah berada di hadapannya. Guru itu memperhatikan mereka berdua, Kevin tak memperdulikannya. Siapa yang akan marah pada anak pemilik sekolahan.
"Gue mau ngomong sama lo," ucap keyra ketus.
Kevin mengangguk, tanpa babibu ia langsung menarik tangan Keyra.
“loh? eh? kan gue yang marah. Kenapa dia yang main tarik aja?” batinnya cengo.
"Gak usah pegang-pegang!" Keyra melepaskan genggaman tangan mereka. Kevin tetap terus berjalan kearah rooftop sekolah yang sepi karna memang jarang didatangi orang.
"Ngomong apa?" Kevin membuka suara, ia sudah duduk di sebuah kursi panjang.
"Maksud lo apa pake ngaku-ngaku kalo gue milik lo? Lo mau gue ceburin ke empang? Mau cari masalah sama gue?" Keyra menggebu-gebu.
"Loh, kan emang lo udah jadi pacar gue jadi terserah gue mau ngapain," jawabnya santai.
"Apa, gue gak salah denger?? emang gue mau jadi pacar lo? Ngimpi aja lo!" Keyra tertawa sumbang.
“Songong juga ni anak. Hellooo gue juga ogah kalik pacaran sama lo kalau bukan karena taruhan itu” dumel Kevin.
"Gue gak terima penolakan," Kevin menatap dingin Keyra.
Tangan Keyra sudah gatal ingin mencakar-cakar wajah Kevin yang ia akui memang SANGAT tampan itu. "Lo mau bales dendam apa gimana? Atau lo taruhan sama siapa sih? Ngotot banget pengen jadi pacar gue. Gue bilang gak yak gak!" bentaknya.
Degg!
Kevin mencoba bersikap tenang. "Bales dendam? Taruhan? Jadi lo mikir gitu?"
"Ya gila aja, kita baru ketemu kemaren. Gak mungkin kan lo langsung cinta sama gue." cecar Keyra.
Kevin pun menggenggam tangan Keyra dan memulai aksi liciknya lagi. "Dengerin gue. Bukannya cinta itu akan datang karna terbiasa? Gue jatuh cinta pandangan pertama sama lo. Apa itu salah?" ucap Kevin lembut.
“Iyuhh, sumpah gue jijik bilang kayak gini,” gerutu Kevin dalam hati.
Keyra hanya diam, hatinya tidak yakin, ia tak ingin jatuh ke lubang yang salah. Lagipula ia juga tidak mengenal Kevin, yang ia tahu Kevin hanya sebatas anak pemilik sekolah, itu saja. Kasihan Keyra, ia tak tahu kalau sebenarnya hatinya sedang dipermainkan hanya untuk menuruti ego.
"Gue bingung deh sama lo. Pertama, lo marah-marah sama gue karna waktu itu gue nabrak lo, terus lo seenaknya klaim gue sebagai pacar, apa ini bentuk bales dendam lo? Dan endingnya lo bakal ninggalin gue kan kayak di sinetron-sinetron gitu. Basi tau nggak!" tukas Keyra.
Lagi-lagi Kevin memainkan dramanya, ia tersenyum lalu mencium punggung tangan Keyra, Keyra yang melihatnya hanya bisa berkata dalam hati.
“Anjir ni cowok kenapa romantis gini, duhh pakek keliatan lagi gantengnya. Key, pokoknya lo gak boleh luluh sama dia, No! Cowok itu buaya Key! Jangan terpengaruh.”
"Gue nggak mau jadi pacar lo! Mau tau kenapa? karena gue nggak akan biarin siapapun nyakitin hati gue. Apalagi cowok kayak lo. Denger kan lo?"
"Gue ngerti, gue janji gue bakal berusaha buat nggak bikin lo sakit hati." ucap Kevin dengan pasti.
Keyra yang masih ragu untuk menerimanya segera bangkit dari duduknya. Namun Kevin langsung mencekal tangan Keyra. Ia membawa gadis itu ke UKS.
"Ngapain bawa gue ke sini segala?" tanyanya.
"Duduk." titah Kevin dan Keyra pun nurut-nurut saja.
Kevin mengambil kotak yang bertuliskan P3K dan mengeluarkan kapas, salep, dan alkohol.
"Ngapain?" tanya Keyra bingung.
"Tangan lo luka, bego." Keyra melirik telapak tangannya yang memar dan sedikit mengeluarkan darah akibat menggebrak pintu tadi.
•••••
Setelah Kevin selesai mengobati tangan Keyra, Kevin pergi kembali ke kelas. Sedangkan Keyra bolos jam pelajaran pertama hanya untuk berdebat dengan Kevin. Saat ini ia sedang berjalan di lorong sekolah ingin kembali ke kelasnya.
"Alqueena Keyra Alicia!" panggil seseorang dari belakang. Keyra mendelik, ia mengenali siapa pemilik suara itu, ia pun menengok ke belakang.
“Tuh kan bener!” batinnya.
"Ikut saya sekarang!" ucap orang itu, Keyra pun mengikutinya hingga masuk dalam ruangan yang ber-AC. Tanpa aba-aba Keyra langsung duduk di sofa besar yang terasa empuk.
‘Sejuk' pikirnya.
"Siapa yang suruh kamu duduk?!" semprot Pak Deni. Guru BK langganan Keyra yang always mengomeli dan memberinya hukuman.
"Woles dong Pak, woles.." balasnya santai.
"Tadi saya dapet laporan kalau kamu bikin ulah lagi. Kenapa sih kamu suka sekali buat ulah?" sentak Pak Deni.
"Bentar... Bapak ngomongin ulah saya yang mana? Yang mencet bell pulang sekolah padahal belum waktunya, gantiin air aqua dengan air keran, kunciin Pak satpam di luar gerbang sekolah, atau... naruh cicak mainan di konde Bu Murti sampe pingsan, dan-"
"Stop!" Pak Deni mengusap wajahnya kasar. "Apa kamu tidak kasihan dengan papa kamu? Kamu ini sudah kelas 3. Jadilah anak baik dan tidak selalu membuat onar, Keyra." Pak Deni tau kalau ibu Keyra sudah tiada.
Keyra tersenyum hambar mendengar kata 'Papa'. Andai Pak Deni tau bagaimana perasaan Keyra, apakah seseorang yang tega membiarkan anaknya menderita dalam kesepian tanpa adanya kasih sayang itu pantas dipanggil 'Papa'?
"Udahlah Pak, nggak usah bawa-bawa papa. Saya gak PEDULI sama Papa saya. To the point aja deh pak," ucapnya malas.
"Baiklah! sekarang kamu berdiri didekat tiang bendera sampai bell istirahat!" perintah Pak Deni tegas.
"Gitu doang mah kecil. Yaudah sampai ketemu lagi di ruangan yang paling enak saentero sekolahan ini ya Pak!" ucap Keyra dengan cengiran meledeknya dan langsung pergi begitu saja.
Sesampainya di lapangan Keyra benar-benar berdiri di dekat tiang bendera.
Hukuman ini sudah sering ia lakukan, tak lupa ia memasang headset di telinganya dan mendengarkan lagu kesukaannya. Ia sengaja selalu membawa headset saat di sekolah, untuk jaga-jaga agar tidak bosan saat mendapat hukuman, seperri saat ini. Ia tak menghiraukan panas matahari yang menusuk kulitnya, toh sinar matahari pagi baik untuk kesehatan ya kan?