Pulang ke satu hati

1620 Words

Kirana sempat melirik malu ke arah adik iparnya, namun ia tetap menerima suapan itu dengan senyum manis. Aksha bahkan dengan telaten mengusap sudut bibir Kirana yang terkena sedikit saus menggunakan ibu jarinya, lalu memberikan kecupan singkat di kening istrinya tanpa rasa canggung. Fabian yang menyaksikan "pemandangan gratis" itu mulai merasa gerah. Ia meletakkan garpunya dengan suara denting yang cukup keras, wajahnya ditekuk kesal. "Dunia serasa milik berdua, yang lain cuma kontrak di bumi ya?" gerutu Fabian sambil mendengus keras. "Lupa ya kalau di depan kalian ini ada manusia? Aku berasa jadi obat nyamuk paling malang sedunia pagi ini." Aksha hanya terkekeh tanpa menghentikan aksinya menyuapi Kirana. "Makanya, cepat cari calon. Biar nggak iri lihat Mas sama Mbakmu." Fabian berdiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD