Langkah kaki mereka akhirnya berhenti tepat di depan pintu ruang dosen yang terbuka lebar. Beberapa dosen yang sedang bersiap menuju kelas menoleh bersamaan, jelas terkejut melihat sosok Aksha Devano berdiri di sana. Kirana menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap sang suami. “Sudah sampai, Mas. Kamu nggak telat ke kantor?” “Masih ada waktu sepuluh menit,” jawab Aksha rendah. Nada suaranya tenang, tapi terdengar sangat protektif. Kirana tersenyum tipis. Ia meraih tangan kanan Aksha dan, dengan takzim, mencium punggung tangan suaminya sebagai tanda pamit. Namun Aksha tidak membiarkan momen itu berlalu begitu saja. Ia menarik bahu Kirana pelan, lalu mengecup kening istrinya dengan kecupan hangat yang cukup lama. Suasana ruang dosen langsung riuh. “Aduh, pagi-pagi sudah dapat asupa

