27. Mrs. Malik

910 Words

Ethan dan aku sudah lama tiba di apartemen, tapi tetap saja aku tidak bisa berhenti memikirkan tentang kencan yang ia bicarakan di rumahku itu.   "Kenapa senyum-senyum?   Aku menoleh saat mendengar suara berat dari sebelahku. Ethan sudah menanggalkan kaus dan jeansnya, hanya tersisa boxer. Ia naik ke kasur dan berbaring tepat di sebelahku.   Aku menarik satu tangan Ethan dan menjadikan bantalanku. Kupeluk badannya yang telanjang dan membenamkan wajahku di lekukan lehernya. Kuhirup dalam-dalam wangi tubuh Ethan yang memabukkan.   Ia terkekeh. "Ada apa, B?"   Aku mundur untuk mendongak padanya. "Ayo, berkencan. Aku sudah tidak sabar."   Ethan terkekeh lagi. "Tidak sekarang juga, i***t. Aku tidak mau membawa gadis dengan tongkat di tangannya. Orang-orang akan berpikir aku berkenca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD