Duniaku terasa runtuh. Wajahku sudah basah oleh air mata yang tidak mau berhenti. Aku menggigil ketakutan. Jantungku berpacu sangat cepat. Ethan, mengalami kecelakaan... "B. Tenanglah, okay?" Gaun putih setulutku berlumuran darah. "B. Dia akan baik-baik saja." Saat ini dokter sedang menanggani Ethan di dalam ruangan yang ada di hadapanku. Tapi aku masih tidak bisa tenang. Tubuhku lemah seakan semua tulangku melunak. "B!" Aku terhentak. Matt menangkup wajahku. Matanya merah karena air mata. "Tenanglah. Kumohon." Hatiku berdenyut sakit. Kupeluk tubuhnya, karena tidak sanggup lagi menahan perasaan di dalam dadaku sendirian. "Aku tidak bisa kehilangan dia, Matt!" Matt mendekap tubuhku. Sesekali, tangannya mengelus punggung dan rambutku. "Dia akan baik-ba

