dia mengangguk dan mengatakan"iya..." "apa aku sedang bermimpi" andini hanya menunduk sambil tersipu pipinya merona merah seperti buah tomat sedangkan arya masih saja terbengong tak percaya mulutnya melongo membuka lebar.dirinya tak tau ada dimana dia sekarang.arya merasa bahagia tapi dia sanksi apakah itu halusinansi nya saja atau memang kenyataan. "din katakan sekali lagi aku nggak mimpi kan..." "emang lagi mimpi..." arya mencubit lengannya sendiri. "ah sakit"desis arya.arya meringis dia memcubit lenganya sendiri dengan cukup kencang hingga kulitnya memerah. saking senangnya arya memeluk andini erat hingga gadis itu tak bisa bernafas. "uhuk uhuk..." "ah maaf maaf sayang aku terlalu bahagia "ucap arya sambil melepas pelukanya dari tubuh andini. arya memandang wajah andini yang

