Bab 17: Bajak Laut

1694 Words

Bersamaan dengan perginya si gadis bertelinga kucing itu, Miller seketika muncul di samping Carol. Saat menatapnya, Miller melihat ada sisa-sisa pertikaian, ekspresinya langsung berubah, “Carol, apa yang terjadi? Apakah ada musuh?” “Sepertinya tadi bukan musuh,” ucap Carol sambil berpikir sejenak, lalu menatap Miller sambil tersenyum, “Itu tadi hanya seekor anak kucing.” “Hmmm?” Miller tercengang. Ketika itu juga, terdengar suara kesal dan marah dari arah tempat pemandian yang tadi mereka kunjungi. “Dasar pencuri sialan! Uangku hilang.” “Ah, koin emasku!” “Bajuku … Mana bajuku?” Suara yang ricuh membuat tempat pemandian yang semula tenang berubah menjadi ramai. Tamu-tamu pemandian yang berasal dari kalangan biasa tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun mereka meratapi hartanya yang h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD