18..

1037 Words

Di pusat bela di Kendo, Jullia sedang berlatih. Ia mengayunan pedang secepat hembusan angin, namun gerakan meliuk-liukan pedangnya seperti seorang seniman. Rambut panjang coklat pirangnya di ikat kuda, bergoyang-goyang mengikuti gerakan senimannya. Ia sangat mempesona dengan ketangguhan dan wajah cantiknya. Ronal tak sepenuhnya ikut bela diri Kendo untuk berlatih, ia lebih takut melewatkan pemandangan indah saat ini. Ia berdiri di sudut ruangan seolah ia sedang menikmati pertunjukan. "Beby, kenapa kau sangat cantik hari ini?," seru Ronal. Jullia terus menggerakan pedang ke depan hingga pedangnya tepat di wajah Ronal. "Gunakan pedang mu. Pergilah jika ingin menjadi penonton!." Tanpa aba-aba Ronal mengayunkan pedangnya, memukul keras pedang Jullia. Kali ini mereka hanya menggunakan peda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD