"Hei! Kenapa melamun? Aku Aka, siapa namamu?" Tangan kanan Draka senantiasa diulurkan dan tangan kirinya diayunkan di depan wajah Helios. Jujur, ini adalah pertama kali bagi pria itu mendapati seorang wanita yang seolah sama sekali tidak tertarik dengannya. Selama ini, ia tidak pernah mengajak satu wanita pun untuk berkenalan. Bahkan tanpa mengajak berkenalan pun, semua wanita akan berbondong-bondong menghampirinya. "Maaf, aku sedang terburu-buru dan aku harus segera pulang," kata Helios bergegas pergi ke kasir meninggalkan Draka. "Astaga! Hahaha ... Aku tidak salah lihat, 'kan? Bagaimana bisa aku diabaikan begitu saja? Menarik. Wanita itu benar-benar menarik." Draka tersenyum canggung sambil menggeleng pelan. Kemudian, ia berbalik dan mengejar Helios ke kasir. Di sana, wanita itu seda

