Immanuel mengenakan setelan jas hitam, sehingga tubuhnya terlihat tegap dan elegan. Sekujur tubuh pria itu memancarkan aura yang tidak dapat dijangkau, di bawah sinar matahari, wajahnya yang tampan itu menjadi semakin menawan dan mempesona. Immanuel menatap ke bawah dan melihat wanita yang berdiri dekat di d**a bidangnya, saat teringat wanita di hadapannya ini sudah mencampakkannya seorang diri di ruangan Pesona Bar semalam, tatapannya menjadi berapi-api. Erika merasakan kemarahannya melalui tatapan itu, dia mundur selangkah dengan takut-takut, "Pak Immanuel, saya sudah membersihkan kolamnya, silakan digunakan, saya akan pergi sekarang juga." Setelah mengatakannya, Erika berbalik badan hendak melarikan diri. "Tunggu." Immanuel menghentikan langkahnya dengan wajah tanpa ek

