Dania Aku memilih diam ketika Dino kembali di hadapkan kembali di hadapkan dengan dua arah yang berbeda. Ada tiga jalan di sini, kita tidak tahu jalan mana yang baru saja dipilih oleh penculik itu karena kita terlambat mengejarnya. "Kamu tidak usah merasa bersalah, dia tidak akan kenapa-kenapa," ucap Dino agar aku tidak menyalahkan diriku sendiri. "Kalau bukan aku yang disalahkan, siapa lagi." Aku berucap lirih. "Dia pergi dari sana setelah mendengar percakapan kita. Kalau tidak, mungkin dia tidak akan begini." Dino langsung menelpon orang-orangnya untuk menemukan keberadaan Mas Fahri. Namun, aku sudah tidak ada waktu lagi untuk mengejar. Pekerjaan di kantor bisa dikerjakan oleh orang lain, tapi itu dulu ketika pemiliknya Mas Fahri. Berbeda dengan sekarang. Papa Dino sudah mengambil a

