Bab 182 - Penyelamatan

2198 Words

Aruna merasa sakit di seluruh tubuhnya. Pasalnya semalaman ia tertidur di lantai yang dingin. Meski ada ranjang dan kasur yang bersih, Aruna tidak tidur di sana, ia tertidur di depan pintu saat lelah dengan teriakannya. Matanya terbuka saat hawa dingin mulai menusuk ke tulangnya. Sesekali ia mengusap hidungnya, saat ia mencoba untuk bangun, kakinya terasa lemas, hingga suara pintu terbuka membuatnya mendongak. “Kamu tidur di lantai? Kenapa?” Aruna menatap Areng. Pria itu terlihat seperti sudah bersih dan rapi, setelan baju rumahan yang dikenakan Areng memperlihatkan jika pria itu baru saja selesai mandi. “Apa kamu tertarik padaku?” Areng duduk di depan Aruna dengan penuh percaya diri, sedangkan Aruna tampak jijik dengan apa yang Areng katakanz “Lebih baik aku menjadi orang miskin da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD