Bab 145 - Pertengkaran.

1158 Words

Di tengah tepuk tangan yang diberikan oleh semua orang yang ada di pesta pengangkatannya, Jayden melirik ke kanan dan kiri mencari keberadaan Aruna. Wajahnya pias, saat menyadari bahwa istri kecilnya itu sudah tak ada di tempat. “Aruna mana?” tanya Jayden berbisik ke arah Bima yang ikut mencari keberadaan nyonya mudanya. “Sebentar.” Jayden mengangguk singkat, begitu Bima meninggalkannya sendiri. Dia kembali duduk dengan disambut oleh para direksi namun pikirannya terus memikirkan Aruna. Bagaimana istri kecilnya itu selalu saja diganggu oleh orang-orang yang iri dengan dirinya sekarang. Sepanjang acara dia memikirkan kata-kata Aruna. Tak biasanya, Aruna yang selalu bertindak gegabah dan bersemangat tiba-tiba berubah lebih pendiam dan mengucapkan kata-kata tersirat yang tak dia menge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD