Mata Darren melihat ke arah belakangnya, "Kalian pergi dari sini dengan sopir kan?" tanyanya dengan nada sedikit khawatir. Jasmine mengangguk, “Tentu saja di antar sopir, kalau tidak, bisa-bisa kita berdua akan mati ditangan musuh-musuh Jayden dan Kakek,” terangnya sembari terus melirik ke arah pintu masuk berharap ada mobil yang menjemput mereka cepat datang. “Aku akan mengantar kalian, bilang saja pada para bodyguard untuk mengikuti kita.” Jasmine dan Aruna saling pandang mendengar ucapan Darren. “Kita tidak seakrab itu, Darren. Jangan mengada-ada, kami bisa pulang sama sopir yang sudah di siapkan,” tolak Jasmine. Tanpa menunggu persetujuan dari Jasmine, kini Darren justru menarik tangan Jasmine dan Aruna. “Kamu gila!” pekik Jasmine dan Aruna serempak. “Diamlah! Sebentar lagi awak me

