Jayden memerintahkan beberapa Anak buahnya untuk berjalan berhati-hati ke arah taman samping, dengan berhati-hati mereka melangkah, rapat dengan dinding sembari dengan sangat waspada. Tangan Jayden menghalangi tubuh Jasmine lalu menggelengkan kepala meminta adiknya itu untuk tidak gegabah. Begitu mereka berhasil mendekat dan menodongkan senjata, mereka merasa seperti dibohongi oleh Areng saat hanya melihat speaker besar di sana tanpa ada orang sekalipun. “Surprise! I’m not there,” kekeh Areng kesenangan layaknya Joker yang berhasil menipu musuhnya. “b******n! Di mana kamu hah? KELUAR!” teriak Jayden. Terdengar gelak tawa dari speaker itu. Hal itu semakin membuat Jayden geram. “Keluar kamu pecundang!” lagi-lagi Jayden berteriak. “Ho ho ho! Apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu sampai j

