Lelah, letih, lesu dan apa pun itu sebutannya. Begitulah yang saat ini di rasakan oleh Aruna. Matanya terpejam meskipun matahari sudah tinggi. Ia tak peduli dengan waktu, lagi pula cahaya matahari tidak bisa menembus kamar yang ia tempati saat ini. Setelah kejadian tadi, Jayden menggempurnya hingga ia kelelahan, entah dari mana tenaga sang suaminya itu. Seolah tidak pernah habis dan selalu saja kuat. Atau memang benar, jika pria di usia seperti Jayden, memang sedang berada di masa-masa pubertas kedua? Entahlah, yang jelas Aruna kalah dari Jayden. Meskipun niat awalnya ia ingin melihat indahnya pantai saat siang hari, tapi nyatanya matanya tidak mau di ajak kompromi. Badannya terasa remuk redam, bahkan Aruna juga melupakan kekhawatirannya tentang kaca kamar yang takut pecah dan ikan-ikan d

