Semua yang ada di taman sontak menoleh ke sumber suara. Mereka mendapatkan Jasmine yang tengah menggandeng lengan Aruna, keduanya berjalan menuju meja yang sudah tersedia. Dengan senyum ramahnya, Aruna mencoba untuk menghilangkan rasa canggung, dan mencoba untuk menyapa para tamu. Aruna dan Jasmine duduk di kiri dan kanan Jessica. Mata Aruna memutari meja, dan di sana ada satu kursi yang kosong, ia bisa menebak jika itu adalah kursi milik Santi. Entah datang atau tidak, yang jelas Tantenya itu tidak ada di sini. Aruna bisa sedikit bernapas lega, ketidakhadiran Santi, membuat bebannya sedikit hilang, ya meskipun ia tak tahu bagaimana sifat dan perilaku para tamu yang ada si depannya saat ini. “Baiklah kalau begitu,” Jessica berdiri memanggil pelayan untuk menyiapkan teh. “Karena pemeran u

