Bab 177 - Kekhwatiran Jasmine

1615 Words

“Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?” tanya Areng seraya mendekati wajah Aruna. Wajah itu terlihat angkuh, sorot matanya tajam dengan seringai yang mengerikan, mengingatkan Aruna akan serigala lapar yang siap menerkamnya dengan buas. Jangan tanya bagaimana keadaan jantung Aruna, bertalu begitu cepat, bukan karena jatuh cinta atau bahagia, melainkan merasa khawatir, ia takut jika Areng akan menciumnya. Otak Aruna mulai membunyikan sirine tanda bahaya dan meminta untuk berhati-hati terhadap pria yang ada di depannya tersebut. “Kesepakatan? Katakan saja apa yang kamu mau. Dan jangan dekat-dekat, badanmu sangat bau.” Dari sekian banyaknya ucapan dan kata-kata yang ada, kenapa justru bau badan Areng yang ia jadikan alasan? Dalam kondisi terdesak segala cara memang bisa saja terjadi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD