Suara Rega dari sambungan telepon masih terngiang di dalam otak Kinan, enggan beranjak pergi meski beberapa kali Kinan menegaskan pada dirinya untuk tidak memikirkan ucapan Rega. Sayangnya, ucapan yang meski pendek itu meninggalkan bekas pada hatinya, Kinan merasa hatinya benar-benar dijatuhkan Kembali, kedua kalinya? Mungkin saja. Yang pertama kali menjatuhkan harapan tingginya mengenai Rega adalah ketika ia mengetahui bahwa Kinan adalah wanita yang akan dijual oleh Rega kepada Marco. Fakta yang pernah dilupakan Kinan begitu ia jatuh hati terlalu dalam pada lelaki itu, Kinan seolah lupa jika Regalah yang hampir menempatkan dirinya dalam bahaya dan kini ia dilemparkan lagi ke jurang yang dalam. “Apakah ada yang patah hati disini?” Tanya Belva yang tiba-tiba melintas dan mendapati Kinan

