Kinan sedang membersihkan serambi bagian lantai atas, Bersama Nenek Cahyaning yang mengawasinya dengan berpura-pura membaca buku di belakangnya dengan duduk bersantai. Awalnya Cahyaning mengakhiri niatnya untuk mengenal Kinan lebih dalam dikala pertemua pertama kali Rega dan pelayan di rumahnya itu, mereka seperti tidak mengenal satu sama lain. Semua berubah disaat Rega meminta Kinan secara langsung membersihkan kamar yang dulunya ia tempati. Cahyaning mengetahui ada sepercik cahaya dalam sorot mata tajam Rega dibalik matanya yang begitu hitam pekat seperti mendiang ayahnya. “Nek!” Panggil Rega dari belakang, Cahyaning dibuat heran dengan kedatangan Rega yang kini begitu sering semenjak Kinan berada di rumahnya. “Kamu datang!” Sapa Cahyaning pada cucu semata wayangnya yang langsung d

